Antrian BBM Subsidi Di Palembang Dapat Perhatian Dari Pemprov Sumsel, Berikut Yang Disampaikan

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur dan Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel yang diwakili oleh Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel Ir Basyaruddin Akhmad, M.Sc menghadiri serta memimpin rapat yakni rapat pembahasan upaya penyelesaian permasalahan antrian bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi (solar dan pertalite) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dalam wilayah provinsi Sumsel yang dilaksanakan oleh Dinas Energi Sumber Daya Mineral dan Batubara (ESDM) Provinsi Sumsel.

Turut hadir didalam kegiatan tersebut yakni Kepala Biro Perekonomian Setda Provinsi Sumsel, Perwakilan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel, Perwakilan Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Perwakilan Satuan Polisi Pamong Praja (Sat Pol PP), serta undangan lainnya dari Dinas ESDM Provinsi Sumsel, Jumat (3/7/2026).

Dikatakan Asisten II Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Ir Basyaruddin Akhmad, M.Sc didampingi Karo Perekonomian Setda Provinsi Sumsel H Henky Putrawan, S.Pt, M.Si, MM, kita mencoba merumuskan dahulu apa sih penyebab-penyebab fenomena yang ada di lapangan. Kita tahu antrian-antrian panjang, dan tidak hanya Sumsel tetapi se Sumatera.

Jadi ada beberapa hal yang coba kami rumuskan yang tentunya nanti sebagai masukan ke Gubernur Sumsel untuk rapat besarnya akan dilakukan di hari berikutnya.

“Misalnya kita lihat tadi data baik dari Pertamina maupun dinas ESDM itu usulan kuotanya tinggi tapi yang dapatnya sedikit, itu kan jadi masalah,” ujarnya.

 

Kemudian, di mana jumlah SPBU yang ada di Sumsel, ini kalau kita bandingkan dengan di Jawa kan sedikit. Artinya kuotanya sedikit ketidaksesuaian seperti yang kita usulkan. SPBU nya sedikit, dan adanya kenaikan harga BBM yang cukup signifikan menjadikan banyak orang migrasi ke solar.

 

Makanya terjadi penumpukan, sementara kuotanya sedikit, dan pom bensinnya sedikit SPBU nya. Kalau pom bensinnya banyak kan tersebar, dapat mengurangi titik-titik kumpul dari antrian-antrian itu.

 

“Secara detail ada datanya, tapi kan saya tidak hafal, tapi ada, dan kalau tidak salah jumlah SPBU di Sumsel yakni 186 SPBU,” ungkapnya.

Dilanjutkannya, kuota kita ini dalam satu tahun itu sudah kita penuhi untuk memenuhi dari bulan Januari sampai bulan Juli. Dan kemungkinan kuota yang tersedia ini habis di bulan November, kan ini akan menjadi masalah baru lagi.

 

Kalau bulan di November dan Desember kita sudah penuhi sampai di bulan Oktober, ini juga akan kita diskusikan nanti di hari berikutnya dengan badan pengatur hilir minyak dan gas (BPH Migas).

 

“Jadi kebutuhan yang dibutuhkan yakni 2 juta yang diusulkan tinggi, tapi yang diakomodir cuma 600 per 2 juta. Insya Allah kita itu ada beberapa hal yang harus kita sampaikan nanti pada rapat besar,” katanya.

Masih dilanjutkannya, bagaimana, misalnya antrian panjang ini kan sudah panjang sekali, kan mungkin akan dibahas bagaimana terkait jam operasionalnya. Beberapa hari yang lalu sudah dibahas bersama Kapolrestabes Palembang dari jam 10 sampai jam 4, diperpanjang diturunkan jam 9 sampai jam 5.

SPBU kan hanya beberapa yang mendapatkan penugasan ini ingin diaktifkan lagi, jadi nanti kebijakan ini akan diambil oleh atas pimpinan lah yakni Gubernur Sumsel, Kepolisian Daerah (Kapolda) dan lain sebagainya.

 

“Kemungkinan, sudah exercise tapi kan ini Palembang, kemarin sudah kita coba exercise di pimpin oleh Kapolrestabes kota Palembang terkait jam operasional,” ucapnya.

Masih disampaikannya, ini kan ada penambahan jamnya, itu baru hasil rapat kita, belum kita sampaikan ke Gubernur, tapi kita minta persetujuan dengan Gubernur Sumsel. Jadi kan disini kan ada barcode, kita lihat ada beragam merek mobil yang antri-antri, nanti kan Pertamina nanti minta, bahwa barcode itu tidak hanya menunjukkan barcode dengan flat mobil yang sama, tetapi tunjukkan Surat Tanda Nomer Kendaraan (STNK) nya.

Dengan demikian kalau STNK nya tidak sesuai, maka tidak bisa jadi ini bisa meminimalisir antrian. Kalau nanti kita sudah minta tadi dari teman-teman Polda untuk mensosialisasikan itu. exercise.

“Ini salah satu strategi yang baru kita exercise disini, nanti kita sampai ke Gubernur biarlah nanti rapat besar yang akan dihadiri oleh Kapolda Sumsel, BPH Migas yang akan memutuskan strategi apa yang akan kita ambil untuk meminimalisir keadaan dilapangan yang cukup macet,” imbuhnya.

(Anton)

Pos terkait