Gubernur Sumsel Apresiasi Gerakan Penanaman Perdana HMTN-MP Sumsel, Berikut Beberapa Hal Disampaikan

Banyuasin. Berita Suara Rakyat.Com

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Pemerintah Kabupaten Banyuasin (Pemkab) dalam ini Bupati Banyuasin diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Banyuasin menghadiri serta melaksanakan penanaman perdana Gerakan Sumatera Selatan Mandiri Pangan (GSMP) yang diselenggarakan oleh Dlewan Pengurus Wilayah (DPW) Himpunan Masyarakat Tani Nusantara Merah Putih (HMTN-MP) Sumsel bersama dengan Yayasan Pondok Pesantren (Ponpes) Darul Quran Mufidatul Ilmi bertempat di Yayasan Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi, Banyuasin Provinsi Sumsel, Jumat (16/10/2026).

 

Dikatakan Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M, saya mengapresiasi pelaksanaan GSMP yang mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari konsumtif menjadi produktif. GSMP bukan sekadar menanam, tetapi membangun kesadaran masyarakat untuk memproduksi kebutuhan pangannya sendiri.

“Saya berharap kegiatan ini menjadi proyek percontohan bagi lingkungan pendidikan lainnya sekaligus mendukung ketahanan pangan, stabilitas harga, dan pengendalian inflasi di Sumsel,” ujarnya.

 

Kemudian, momentum ini menjadi wujud sinergi antara penguatan nilai-nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan kemandirian pangan dilingkungan pesantren. Bahwa pendidikan tidak hanya berorientasi pada ilmu pengetahuan, tetapi juga harus mengutamakan pembentukan karakter generasi muda agar memiliki integritas, kemandirian, dan keberanian untuk bersaing.

 

“Setiap jenjang pendidikan harus memprioritaskan pembangunan karakter, ini sangat penting agar generasi kita mampu menghadapi masa yang semakin kompetitif. Dan oleh karena itu, diperlukan kolaborasi antara orang tua serta satuan pendidikan,” ungkapnya.

 

Menurut Sekda Banyuasin Erwin Ibrahim, S.T., M.M., M.B.A., IPU., ASEAN Eng, GSMP sejalan dengan Gerakan Tanam Sayur (Gertas) dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga, meningkatkan edukasi gizi, dan mendukung pengendalian inflasi. Program tersebut juga diharapkan berkontribusi terhadap peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) melalui pemberdayaan masyarakat.

 

“Pemanfaatan pekarangan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang menambah penghasilan dan mendorong masyarakat lebih produktif,” katanya.

 

Dilanjutkannya, pemanfaatan pekarangan tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga, tetapi juga membuka peluang menambah penghasilan dan mendorong masyarakat lebih produktif. Penanaman perdana GSMP di Pesantren Darul Quran Mufidatul Ilmi memperlihatkan bahwa upaya membangun kemandirian pangan dapat dimulai dari lingkungan pendidikan.

“Pesantren memiliki peluang untuk mengembangkan lahan produktif yang tidak hanya menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi tempat belajar dan berlatih bagi generasi muda,” ucapnya.

Begitu juga diungkapkan Ketua DPW HMTN-MP Sumsel Ir Agus Darwa, M.Si, pesantren tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga berpotensi menjadi ruang belajar keterampilan produktif bagi santri. Salah satunya melalui pengembangan pertanian yang dapat mendukung kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang usaha.

 

“Semangat inilah yang diwujudkan DPW HMTN-MP Sumsel bersama Yayasan Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi melalui penanaman perdana GSMP di Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi, Kabupaten Banyuasin Provinsi Sumsel,” imbuhnya.

 

Masih dilanjutkannya, bagi HMTN-MP Sumsel, pengembangan GSMP di lingkungan pesantren bukan sekadar kegiatan menanam cabai dan sayuran. Program ini diarahkan untuk membangun kebiasaan produktif sekaligus memperkenalkan pertanian sebagai keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

“GSMP mendorong masyarakat beralih dari konsumen menjadi produsen pangan dengan memanfaatkan lahan yang tersedia. GSMP mendorong masyarakat memanfaatkan pekarangan, pot, maupun polibag untuk memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari,” bebernya.

 

Masih disampaikannya, selain mengurangi pengeluaran rumah tangga, hasil panen berlebih juga dapat menjadi sumber pendapatan, dan untuk mendukung pelaksanaan program tersebut. DPW HMTN-MP Sumsel bersama Yayasan Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi mengembangkan lahan percontohan seluas sekitar 1,5 hektare di Kecamatan Talang Kelapa, Banyuasin.

“Pada penanaman perdana, sekitar 2.000 batang cabai ditanam bersama berbagai jenis terung. Lahan tersebut juga direncanakan untuk pengembangan komoditas hortikultura lainnya, seperti melon dan pisang. Dan pengembangan lahan ini memiliki arti penting bagi pendidikan santri. Pertanian dapat menjadi sarana pembelajaran langsung yang menghubungkan pengetahuan dengan praktik, mulai dari proses penanaman, perawatan, pemanenan, dan sebagainya,” jelasnya.

Begitu juga ditambahkan Ketua Yayasan Ponpes Darul Quran Mufidatul Ilmi, AlexSander, S.Pd., M.Pd, saya mengapresiasi kolaborasi ini, di mana program ini memberikan kesempatan kepada santri untuk mempraktikkan budidaya pertanian sekaligus mengenal manfaat ekonomi dari hasil panen. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut agar santri memiliki keterampilan bertani, memahami nilai ekonomi hasil panen, dan mampu melihat peluang usaha sebagai bekal kemandirian setelah lulus.

 

“Di mana dari pihak yayasan juga berencana mengembangkan tanaman pisang untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus membuka peluang usaha produktif di lingkungan pesantren. Mendukung ketahanan pangan daerah, dengan pengembangan GSMP di pesantren sejalan dengan upaya Pemprov Sumsel memperkuat kemandirian pangan masyarakat,” tegasnya.

 

(Anton)

Pos terkait