Dekan Fakultas Teknik Unsri Berangkatkan 50 Mahasiswa BEM FT Laksanakan Program Mahasiswa Berdampak ke Aceh Tamiang

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com

Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Teknik Universitas Sriwijaya (Unsri) secara resmi melepas keberangkatan mahasiswa peserta Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026. Kegiatan pelepasan berlangsung di Gedung I Fakultas Teknik Unsri Kampus Palembang, Sabtu (31/1/2026).

 

Sebanyak 50 mahasiswa didampingi tiga dosen pembimbing diberangkatkan menuju Desa Menanggini, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai lokasi pengabdian masyarakat pascabencana.

 

Program ini mengusung judul “Pemulihan Masyarakat Pascabencana Desa Menanggini melalui Pemetaan Irigasi dan Survei Air Tanah, Penerapan Pompa Air dan Aquaponik Bertenaga Surya, serta Pembuatan Pelet dari Limbah Biomassa Pertanian, Kehutanan, dan Perkebunan sebagai Bahan Bakar Alternatif.”

 

Program Mahasiswa Berdampak merupakan skema nasional yang berada di bawah BIMA. Dari total 609 proposal yang diajukan secara nasional, hanya 203 proposal yang dinyatakan lolos pendanaan, melibatkan 82 perguruan tinggi dan 10.090 mahasiswa yang tersebar di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

 

Universitas Sriwijaya mengajukan tujuh proposal, dengan dua proposal dinyatakan lolos pendanaan, masing-masing dari BEM Unsri dan BEM Fakultas Teknik Unsri.

 

Lima Program Utama

Dalam pelaksanaannya, tim mahasiswa akan menjalankan lima program utama, yaitu:

Pemetaan irigasi dan survei air tanah

Penerapan pompa air tenaga surya (Water Solar Pump)

Pengembangan sistem aquaponik

Pembuatan pelet kayu (wood pellet) dari limbah biomassa

Kegiatan sosial dan penyaluran donasi kepada masyarakat terdampak

Suasana pelepasan Program Mahasiswa Berdampak: Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemulihan Dampak Bencana di Sumatera Tahun 2026

 

Pesan Wakil Dekan FT Unsri

 

Wakil Dekan Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Penjaminan Mutu Fakultas Teknik Unsri, Ir. Irsyadi Yani, S.T., M.Eng., Ph.D., IPM, menekankan bahwa program ini merupakan ajang kompetitif nasional yang menuntut kesiapan dan tanggung jawab tinggi dari mahasiswa.

 

“Adik-adik mahasiswa akan terjun langsung ke masyarakat dengan berbagai persoalan nyata, mulai dari keterbatasan air hingga pengelolaan limbah pascabencana. Akan ada tim pendukung di Palembang yang terus memantau dan membantu kegiatan di lapangan,” ujarnya.

 

Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga nama baik institusi serta mengutamakan keselamatan selama menjalankan program. “Kalian membawa nama besar Universitas Sriwijaya. Keselamatan di lapangan adalah yang utama,” tegasnya.

 

Arahan Dekan Fakultas Teknik

Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik Unsri, Dr. Ir. Bhakti Yudho Suprapto, S.T., M.T., IPM, berpesan agar mahasiswa mampu beradaptasi dengan kondisi sosial dan budaya masyarakat setempat.

 

“Kalian akan bertemu masyarakat dengan adat dan kebiasaan yang berbeda. Jaga sikap, komunikasi, dan kerja sama dengan semua pihak, termasuk peserta dari perguruan tinggi lain,” katanya.

 

Ia juga menekankan bahwa kegiatan ini bukan hanya pengabdian kemanusiaan, tetapi juga memiliki nilai akademik dan institusional.

 

“Program ini dapat menjadi bagian dari capaian kinerja program studi, fakultas, hingga universitas, termasuk dalam mendukung akreditasi,” ujarnya.

 

Di akhir sambutannya, Bhakti Yudho Suprapto menyampaikan apresiasi dan doa.

 

“Selamat jalan, selamat berjuang untuk kemanusiaan. Jaga kesehatan, kekompakan, dan nama baik almamater,” tutupnya.

(Yanti/rilis)

Pos terkait