Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M dan Wakil Gubernur Sumsel H Cik Ujang yang diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, M.H menghadiri serta membuka secara langsung dengan menabuh drum pada kegiatan pembukaan rangkaian kegiatan operasi pasar murah (OPM) Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Sumsel, dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di provinsi Sumsel dalam rangka stabilitas harga pangan pokok selama bulan Suci Ramadhan dan Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriyah/2026 Masehi bertempat di Komplek Ilir Barat Permai (Depan Hotel Budi) Rusun Palembang, Kamis (5/3/2026).
Turut mendampingi Sekda Provinsi Sumsel yakni Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Sumsel, Kepala Kantor Wilayah Bank Indonesia Perwakilan Sumsel, Direktur Utama PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM) Perseroan Daerah (Perseroda) Provinsi Sunsel, dan undangan lainnya.
Dikatakan Sekda Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, M.H, Pemprov Sumsel mengapresiasi yang pertama terutama kepada Bank Indonesia yang telah bersinergi, mensupport untuk kegiatan ini, dengan disupport oleh teman-teman semua yakni BUMN/BUMD, para distributor dan asosiasi.
Dan tadi sudah disampaikan oleh Asisten III Setda Provinsi Sumsel terima kasih sekali lagi atas nama Pemprov Sumsel.
“Bahwa stabilitas harga ini perlu kita jaga, daya beli masyarakat perlu kita jaga terutama di bulan Suci Ramadhan serta menjelang Hari Raya Idul Fitri,” ujarnya.
Kemudian, kita ketahui perkembangan inflasi untuk bulan February 2026 perlu perhatian kita, karena ada sedikit peningkatan dari tahun ataupun dari bulan Januari kemarin.
Dan angka ini perlu kita perhatikan betul, fokus, namun demikian memang kondisi ini hampir semua provinsi sama, tidak hanya di Sumsel.
“Kalau secara nasional untuk yang dibulan February 2026 ini diangka 4,76 persen, dan untuk provinsi Sumsel 4,36 persen, jadi kita sedikit dibawah nasional,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, ini patut kita perhatikan betul untuk kita bagaimana program-program ini karena dari sisi harga kita lihat ada tekanan. Dan penyebabnya mungkin kalau kita perhatikan komoditas pangan yang sering kali fluktuatif harganya.
Terutama di bulan Suci Ramadhan ini, cabe walaupun cabe tadi ada cabe yang sudah agak murah, tapi masih ada yang mahal, cabe rawit misalnya itu masih cukup tinggi.
Ayam ras, telur ayam ras, dan tomat, ini betul-betul kebutuhan sehari-hari, jadi jangan meningkat. Kemudian juga ini juga dipengaruhi kalau kita perhatikan sesuai dengan release dari Badan Pusat Statistik dari kondisi cuaca, maupun dari distribusi pasokan, dan termasuk karena permintaan di bulan Suci Ramadhan ini yang sedikit meningkat,” katanya.
Masih dilanjutkannya, tentu saja Pemprov Sumsel merespon dalam kondisi ini yakni menggiatkan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan dengan program-programnya.
Kemarin sudah kita pertemuan tingkat High Level Meeting (HLM) yang mana seluruh Bupati, Walikota, dan Gubernur Sumsel juga sama-sama untuk membicarakan bagaimana strategi untuk mengendalikan inflasi di Sumsel.
“Ketersediaan pasokan dan distribusi harus kita jaga, dan yang terpenting adalah gerakan operasi pasar murah maupun gerakan pasar murah yang kerjasama antara Pemprov dengan stakeholder yang terkait,” ucapnya.
Begitu juga disampaikan Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Sumsel H Zulkarnain, S.E., M.M, ini merupakan hasil kolaborasi Pemprov Sumsel bersama Bank Indonesia perwakilan provinsi Sumsel serta dukungan penuh dari BUMN/BUMD yaitu perum Bulog Divisi Regional (Divre) Sumatera Selatan dan Bangka Belitung (Sumsel Babel), PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel), Direktur Utama PT Bank Sumsel Babel, Direktur Utama PT Sumsel Energi Gemilang, Direktur Utama PT Sriwijaya Mandiri Sumsel, Direktur PT Tirta Sriwijaya Maju (TSM), Direktur Utama PT Jamkrida, dan lainnya.
Dengan adanya sinergi seluruh pihak tersebut, sejumlah komoditas penting dapat diberikan subsidi, sehingga masyarakat dapat memperoleh harga jual yang lebih terjangkau.
“Berikut kami sampaikan rincian komoditas yang disubsidi dalam pelaksanaan pekat OPM kali ini pertama beras SPHP subsidi ongkos angkut harga jual Rp 56 ribu per 5 kilogram, jumlah 8 ton per titik,” imbuhnya.
(Anton)
















