Dibalik Baju Toga Hitam Chairul S Matdiah

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com

TOGA HITAM ,H.Chairul S Matdiah SH MH kes dalam biografi buku keduanya yang buku biografi pertama jejak penjual kopi

“Tak Mudah Tegakkan Kebenaran”

 

Tak ada jalan yang mudah untuk menegakkkan kebenaran dan keadilan dalam menangani suatu kasus perkara. Akan banyak rintangan, halangan, intimidasi bahkan ancaman dari mereka yang merasa terusik.

 

Sebagai seorang  pengacara atau advokat Chairul S Matdiah sejak awal tentu sudah sangat paham dengan situasi seperti ini.

 

Chairul tahu persis ancaman yang muncul tentu tidak hanya akan menimpa dirinya namun juga tidak tertutup kemungkinan bisa juga menerpa terhadap keluarga besar nya.

 

Saat menautkan pilihan hidup nya untuk memilih profesi pengacara Chairul muda tentu tahu betul  jalan ini akan penuh dengan duri dan onak, yang mau tidak mau harus ‘diterjang’ nya  untuk menggapai sesuatu yang sakral yakni tegak nya kebenaran dan keadilan bagi mereka yang tidak bersalah.

 

Meski sejak aktif menjadi pengacara  puluhan tahun silam Chairul sudah banyak menangani kasus kasus besar, tidak terkecuali juga kasus pembunuhan  kelas ‘kakap’  pasal 340 dan 338 KUHP, terutama di wilayah sumatera selatan, Chairul tidak pernah ciut menghadapinya. Bagi nya tidak ada istilah takut apalagi menyerah untuk mengungkap kebenaran di balik kasus tersebut.

 

Malah semakin banyak tantangan, misal nya intimidasi atau ancaman semakin membulatkan tekad Chairul untuk menyibak kasus tersebut agar memperoleh keadilan yang sebenar nya.

 

Dalam suatu kesempatan dengan sedikit berkelakar Chairul pernah berujar bahwa dirinya  melengkapi pengamanan diri  dengan senjata api , Bukan karena tidak percaya dengan aparat keamanan, namun mobilisasi diri nya yang tinggi dan banyak kasus besar yang  beresiko menuntut nya harus melengkapi dengan senpi itu.

 

Senpi ini memang selalu menemani nya dalam mengarungi profesi pencari keadilan.” Hanya untuk menakuti lawan, untung nya tidak pernah digunakan, ” jelas Chairul ramah seakan ingin menggambarkan keras nya halangan untuk membela kebenaran dan keadilan terhadap klient.

 

Tercatat beberapa kasus yang menyita perhatian publik yang ditangani Chairul, antara lain kasus pemerasan di Prabumulih tahun 2000 berujung pembunuhan mayatnya ditemukan disungai musi, kasus hutang piutang yakni tidak mau membayar kayu olahan di Jakarta Utara tahun 2001, kasus penipuan di Bekasi 2001, kasus pemerkosaan tahun 2001 di Jakarta Selatan.  Serta masih  banyak kasus besar lain nya semuanya terjadi pembunuh 340 dan 338 kuhp

 

 

Semua perkara. Ini berisiko kepribadi Chairul s matdiah

Kalimat ini seperti nya menggambarkan sisi matang perjalanan advokat Chairul S Matdiah, SH,MHKes. Pemikiran nya yang kritis, cerdas dan cermat dalam menangani suatu kasus berbuah ganjaran yang manis. Karena reputasi nya yang mentereng tadi banyak Perusahaan atau Holding besar yang melirik atau memakai jasa Chairul.

 

Tidak hanya perusahaan di wilayah Sumsel saja, namun banyak juga perusahaan perusahaan besar di Jakarta.

 

Bahkan tak tanggung tanggung tercatat saat itu ada 35 Perusahaan yang menjadi klient tetap kantor hukum Chairul S Matdiah,SH,MHKes.

 

Sekelumit perjalanan Chairul S Matdiah,SH,MHKes ini tentu dapat mengedukasi sekaligus menginspirasi berbagai pihak, termasuk para pengacara junior yang notabene akan melakoni profesi ini dengan segala dinamika yang ada.

 

(Yanti/rilis)

 

Pos terkait