Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Suasana penuh kehangatan, kebersamaan, dan kekeluargaan mewarnai kegiatan halal bihalal yang digelar Forum Komunikasi Keluarga Ngulak Palembang (FKKNP). Kegiatan ini mengusung tema “Membangun Akhlak Mulia dengan Silaturahmi Saling Memaafkan” dan berlangsung di Gedung Ismawardhani, Jalan Siaran No. 99, Kecamatan Sako, Kota Palembang, Ahad (29/3/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan Ir. H. Muhammad F. Ridho, ST., MT., Ketua FKKNP Hj. Asmarani, S.Sos., M.Si., serta para pengurus, anggota FKKNP, dan tamu undangan lainnya.
Momentum halal bihalal ini menjadi ajang penting dalam mempererat tali silaturahmi antar sesama warga Ngulak yang berada di perantauan, khususnya di Kota Palembang. Kehangatan yang tercipta mencerminkan kuatnya nilai kekeluargaan yang terus dijaga oleh komunitas tersebut.
Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menekankan bahwa halal bihalal bukan sekadar tradisi tahunan, melainkan memiliki makna mendalam sebagai sarana mempererat persaudaraan dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat.
“Halal bihalal bukan hanya rutinitas, tetapi menjadi momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan membangun masyarakat yang harmonis serta berakhlak mulia. Saya sangat mengapresiasi FKKNP yang terus menjaga kekompakan dan nilai kekeluargaan,” ujarnya.
Senada dengan itu, anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Muhammad F. Ridho, menilai kegiatan seperti ini memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan di tengah keberagaman masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini harus terus dilestarikan. Selain mempererat hubungan kekeluargaan, kegiatan ini juga menjadi jembatan untuk membangun sinergi antara masyarakat dan pemerintah dalam mendukung pembangunan daerah,” ungkapnya.
Sementara itu, Ketua FKKNP, Hj. Asmarani, menyampaikan bahwa halal bihalal merupakan wujud komitmen organisasi dalam menjaga persaudaraan sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui tema yang kita usung, kami mengajak seluruh keluarga besar FKKNP untuk terus menanamkan akhlak mulia, mempererat silaturahmi, dan saling memaafkan sebagai landasan dalam membangun kebersamaan yang harmonis,” tuturnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya menjadi tradisi pasca Hari Raya Idulfitri, tetapi juga sebagai ruang memperkuat nilai budaya, kebersamaan, dan persaudaraan yang telah terjalin selama ini.
Selain sambutan, kegiatan juga diisi dengan tausiyah keagamaan yang mengingatkan pentingnya menjaga silaturahmi, keikhlasan, serta memaafkan sesama. Dalam tausiyah tersebut disampaikan bahwa halal bihalal merupakan momen yang tepat untuk membersihkan hati dan memperbaiki hubungan sosial.
Menambah semarak acara, panitia turut menggelar undian doorprize dengan berbagai hadiah menarik. Hal ini semakin meningkatkan antusiasme dan kebahagiaan para peserta yang hadir.
Rangkaian kegiatan berlangsung khidmat namun tetap penuh keakraban.
Para peserta tampak antusias mengikuti acara hingga selesai, yang kemudian ditutup dengan saling bersalaman sebagai simbol saling memaafkan serta sesi foto bersama.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, FKKNP berharap nilai-nilai persatuan, kekeluargaan, dan budaya silaturahmi dapat terus terjaga serta menjadi kekuatan dalam membangun masyarakat yang harmonis di Kota Palembang.
(Yanti)















