Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) yang ke 78 Tahun 2024 ini, maka dari Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel melaksanakan penanaman pohon penghijauan serentak yang dipusatkan diarea Danau Ogan Permata Indah (OPI) Jakabaring Palembang, Rabu (8/5/2024).
Turut hadir didalam kegiatan tersebut dari pemerintah provinsi Sumsel diwakili oleh Asisten III bidang Administrasi dan Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si, Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumsel yang diwakili oleh Sekretaris Dinas PSDA Provinsi Sumsel dan para OPD dan Biro yang ada dilingkungan provinsi Sumsel.
Dikatakan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Pandji Tjahjanto, S.Hut., M.Si, jadi kegiatan penanaman ini dalam rangka HUT Provinsi Sumsel yang ke 78, jadi salah satu kegiatan adalah penanaman serentak, tidak hanya kehutan-hutanan, tetapi ada perkebunan, lingkungan hidup, ppertanian, dan DPMPTSP.
Memang penanaman ini dalam rangka untuk menghijau lingkungan, dan memang kita mencari tempat yang memang direncanakan ruang terbuka hijau yakni di sini kota Palembang.
“Dengan penanaman ini seperti apa yang disampaikan Asisten III Setda Provinsi Sumsel tadi bahwa penanaman dapat menambah serapan CO2 dan menghasilkan O2,” ujarnya.
Kemudian, jadi ini kalau kita berbicara masalah perubahan iklim peran kita meskipun sekecil apapun kita punya peran untuk mengurangi emisi karbon. Jadi memang tanaman-tanamannya yang memang untuk taman untuk rekreasi jadi manfaatkanlah.
Sedangkan untuk tanamannya sendiri ada tiga jenis tanaman, diantaranya adalah Pakis Brazil, Ketapang Mini, dan Pulai.
“Semuanya kita 78, yang di tanam disini ada 78, sedangkan di sekolahan menengah atas (SMA) juga ada 78 bibit masing-masing sekolah yang kita berikan,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, kalau ini kan nanti akan dirapikan, karena tanaman harus padat supaya hidup, dan kita juga berharap nanti masih ada hujan lah walaupun tidak di bulan Mei, tapi mudah-mudahan hari ini kalau bisa hujan juga jadi masih basah, dan kita tetap monitorlah nanti.
Jadi sekarang setiap penanaman itu kita upayakan ada titik koordinatornya jadi pohon ini ada di titik berapa, nanti team eco kita namanya biotek nanti d tata dimasukkan dalam tata fisika bahwa tanaman-tanaman ini di mana lokasi hidupnya bisa termonitor.
“Dimana jenis tanaman ini sebenarnya cepat tumbuh dan bertahan hidup, namun kita berharap ada hujan, dan tanaman ini tanpa buah, memang fungsinya untuk keindahan,” katanya.
Masih dilanjutkannya, kenapa dipilih lokasi ini, jadi memang ini lokasinya masih banyak sepsial untuk penanaman dan memang culturenya untuk ruang terbuka hijau, dan kita nanam pemilihan jenis sesuai dengan konsultan yang membangun inilah.
Ini kan fasilitas umum yang biaya oleh anggaran APBD di pakai bersama-sama, dan di jaga bersama-samalah, dan ini asetnya provinsi, jadi nanti akan ada beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Terutama kalau untuk pembangunannya masih di PSDA, kemudian mungkin untuk penggunaannya mungkin ke Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, nanti sesuai dengan tanggung jawab masing-masing,” ucapnya.(Anton)











