PALEMBANG. Berita Suara Rakyat. Com
Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Palembang dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1343 Kota Palembang yang digelar di Gedung DPRD Kota Palembang, Rabu (17/6/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sultan menyampaikan sejumlah pandangan dan harapan terkait pembangunan Kota Palembang, khususnya di bidang tata ruang, lingkungan hidup, pelestarian budaya, serta sektor pariwisata yang dinilai perlu mendapatkan perhatian lebih serius.
Sultan mengaku prihatin terhadap perkembangan tata ruang kota yang dinilai masih memerlukan banyak pembenahan. Menurutnya, pembangunan fisik harus dibarengi dengan perencanaan yang berorientasi pada kelestarian lingkungan dan kenyamanan masyarakat.
“Kita miris melihat beberapa aspek pembangunan dan tata wilayah kota yang masih harus banyak diperbaiki. Salah satunya adalah persoalan saluran air dan drainase yang harus menjadi perhatian pemerintah agar mampu mengurangi potensi banjir dan genangan,” ujarnya.
Selain itu, Sultan menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara pembangunan dan kelestarian lingkungan. Ia mengingatkan agar pembangunan perumahan maupun kawasan pertokoan tidak hanya didominasi bangunan beton, tetapi juga menyediakan ruang hijau yang memadai.

“Jangan hanya rumah beton dan ruko beton yang dibangun. Setiap perumahan dan setiap ruko hendaknya diwajibkan menanam pohon. Kota Palembang harus tetap hijau dan tidak menjadi kota yang gersang,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Sultan juga mengapresiasi capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Palembang yang terus menunjukkan peningkatan. Ia memberikan ucapan selamat kepada Pemerintah Kota Palembang atas berbagai keberhasilan pembangunan yang telah dicapai.
“Kita patut mengapresiasi capaian IPM yang sangat baik. Selamat kepada Bapak Wali Kota dan jajaran yang telah bekerja keras membangun Palembang,” katanya.
“Selamat kepada Walikota Palembang Ratu Dewa atas IPM yang dicapai 83, 27 persen,” tambahnya.
Di sektor pariwisata dan kebudayaan, Sultan berharap setiap kegiatan seremonial yang mengangkat tema budaya Palembang tidak hanya bersifat formalitas semata, tetapi juga menampilkan benda-benda bersejarah dan warisan budaya yang menjadi identitas kota tertua di Indonesia tersebut.

Menurutnya, generasi muda harus lebih mengenal sejarah Kesultanan Palembang Darussalam. Karena itu, kegiatan seperti pemilihan Bujang dan Gadis Palembang hendaknya tidak hanya menonjolkan aspek penampilan, tetapi juga wawasan sejarah dan budaya daerah.
“Mereka harus mengenal sejarah Palembang, mengetahui siapa raja-raja dan sultan-sultan Palembang. Dengan begitu, generasi muda dapat menjadi duta budaya yang sesungguhnya,” ujarnya.
Sultan juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap semakin berkurangnya pelaku dan pegiat budaya tradisional Palembang. Ia menilai kondisi tersebut harus segera diantisipasi agar warisan budaya tidak hilang ditelan zaman.
“Pelaku pelestari budaya Palembang saat ini jumlahnya semakin sedikit. Jika tidak dijaga dan diwariskan kepada generasi muda, banyak tradisi yang terancam punah,” katanya.
Lebih lanjut, Sultan mengajak masyarakat dan para pelaku industri pernikahan untuk kembali menghidupkan tradisi adat Palembang dalam prosesi resepsi pernikahan. Menurutnya, sejumlah tradisi lokal yang dahulu menjadi ciri khas kini mulai ditinggalkan dan tergantikan oleh budaya luar.
“Saya berharap para penyelenggara acara atau event organizer dapat mengadopsi kembali konsep resepsi pernikahan adat Palembang sebagaimana yang dilakukan pada masa lalu. Tradisi dan budaya lokal harus tetap dijaga agar identitas Palembang tidak hilang,” pungkasnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru mengapresiasi berbagai capaian pembangunan Kota Palembang, khususnya keberhasilan kota tertua di Indonesia itu mencatatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) sebesar 83,27 yang masuk kategori tinggi.
Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil akumulasi kemajuan pada sektor sosial, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi yang berjalan beriringan.
“Sebagai ibu kota provinsi, Palembang memiliki tanggung jawab besar untuk menjadi role model pembangunan. Saya mengapresiasi capaian IPM Kota Palembang yang berada pada kategori tinggi. Ini merupakan pencapaian luar biasa karena angka tersebut terbentuk dari indikator pendidikan, kesehatan, sosial, dan ekonomi yang terus membaik,” kata Herman Deru.
Ia menegaskan, capaian Kota Palembang memiliki kontribusi besar terhadap kemajuan Provinsi Sumsel mengingat sekitar 20 persen penduduk Sumsel berada di Kota Palembang yang juga menjadi episentrum pertumbuhan ekonomi daerah.
“Angka yang disuguhkan Kota Palembang ini sangat berpengaruh terhadap capaian Provinsi Sumsel. Karena itu, saya berharap semangat pembangunan terus dijaga meskipun kondisi ekonomi global mengalami fluktuasi,” ujarnya.
Herman Deru juga mengingatkan pentingnya menjaga kekompakan dan kepercayaan masyarakat sebagai modal utama dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, setiap kritik harus dijadikan masukan konstruktif untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik.
“Kita harus menjaga trust masyarakat. Pejabat harus siap dikritik dan menjadikan kritik sebagai energi perbaikan. Kinerja yang baik harus disampaikan dengan data yang akurat pada momentum yang tepat,” tambahnya.
Sementara itu, Wali Kota Palembang Ratu Dewa menyampaikan bahwa peringatan hari jadi Palembang bukan sekadar perayaan usia, melainkan momentum untuk mengenang perjuangan generasi terdahulu yang telah membangun kota tersebut hingga menjadi daerah yang tangguh dan penuh keberagaman.
“Palembang berdiri kokoh karena bergerak bersama. Kita mewarisi peradaban agung dan menatap masa depan dengan rasa syukur yang mendalam,” ujarnya.
Ratu Dewa menegaskan, berbagai capaian pembangunan yang diraih Kota Palembang saat ini merupakan buah dari kolaborasi yang kuat antara Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumsel, dan berbagai mitra pembangunan lainnya.
Ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Gubernur Herman Deru dan Wakil Gubernur Cik Ujang atas dukungan pembangunan yang terus mengalir ke Kota Palembang, mulai dari pembangunan Tugu Air Mancur di pelataran Masjid Agung, perbaikan jalan kota dan provinsi, hingga revitalisasi kawasan Benteng Kuto Besak (BKB).
“Dukungan Pemerintah Provinsi Sumsel menjadi bahan bakar utama yang menggerakkan roda pembangunan Kota Palembang. Kolaborasi ini menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” ungkapnya.
Menurut Ratu Dewa, capaian IPM Kota Palembang yang menembus angka 83,27 menjadi bukti keberhasilan pembangunan yang berdampak langsung terhadap masyarakat.
“IPM 83,27 merupakan representasi dari meningkatnya kualitas kesehatan, semakin baiknya pendidikan anak-anak kita, serta menguatnya daya beli masyarakat,” katanya.
(Yanti)

















