Ice Trisnawati Menang di Musprov INKINDO Sumsel, Dwi Oktarini Dorong Perlindungan APBD untuk Konsultan Lokal

PALEMBANG. Berita Suara Rakyat. Com

Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Sumatera Selatan yang digelar di Ballroom Hotel Aryaduta Palembang, Senin (25/05/2026), berlangsung sukses dan penuh semangat kebersamaan. Forum tersebut menjadi momentum penting bagi konsultan daerah dalam memperkuat profesionalisme sekaligus mempertegas posisi perusahaan konsultansi lokal di tengah persaingan nasional.

Musprov INKINDO Sumsel turut dihadiri langsung oleh Wakil Gubernur Sumatera Selatan H. Cik Ujang serta Ketua Umum INKINDO. Kehadiran para pengurus dan delegasi dari berbagai provinsi menambah bobot strategis forum organisasi tersebut.

 

Dalam proses pemilihan yang berlangsung demokratis, Ir. Ice Trisnawati, SE., ST., MT resmi terpilih sebagai Ketua DPP INKINDO Sumatera Selatan periode 2026–2031. Ice berhasil memperoleh 60 suara dari total 141 anggota atau sekitar 43 persen suara.

Terpilihnya Ice Trisnawati diharapkan mampu membawa INKINDO Sumsel semakin kompetitif, profesional, dan mampu memperjuangkan kepentingan perusahaan konsultan daerah agar dapat bersaing di tingkat nasional.
Musprov tersebut juga mendapat perhatian dari pengurus INKINDO daerah lain, salah satunya Ketua DPP INKINDO Provinsi Bengkulu, Dwi Oktarini, yang hadir sebagai undangan. Diketahui, INKINDO Bengkulu saat ini memiliki 73 anggota yang mewakili perusahaan konsultan masing-masing di Provinsi Bengkulu.

Dwi menilai Musprov Sumsel menjadi forum penting untuk menjaga soliditas organisasi sekaligus memilih figur terbaik untuk memimpin INKINDO ke depan.

“Terkait Musprov Sumsel, harapan saya Musprov ini dapat berjalan dengan kondusif dan tetap menjaga kebersamaan. Saya berharap dapat terpilih pemimpin terbaik,” ujar Dwi Oktarini.

Selain memberikan apresiasi terhadap jalannya Musprov, Dwi juga menyoroti tantangan besar yang dihadapi perusahaan konsultan lokal di daerah, khususnya dalam bersaing dengan perusahaan besar dari luar Sumatera.
Menurutnya, diperlukan keberpihakan pemerintah daerah terhadap konsultan lokal, terutama dalam proyek-proyek yang bersumber dari APBD.

“Harapan kami di Bengkulu, perusahaan daerah ini kalau mau bersaing dengan perusahaan luar Sumatera seperti di Jawa tentu banyak tantangan. Jadi seperti yang digaungkan Pak Ketua Umum, kami berharap pemerintah provinsi masing-masing dapat memberikan perlindungan terhadap konsultan-konsultan lokal, terutama pada pekerjaan-pekerjaan APBD,” tegasnya.

Ia menambahkan, anggaran daerah seharusnya mampu menjadi instrumen penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan perusahaan konsultansi daerah.

“APBD ini kan uang daerah. Kita berharap uangnya tidak keluar dari daerah, sehingga ada perlindungan pemerintah terhadap konsultan-konsultan daerah,” pungkas Dwi Oktarini.

Musprov INKINDO Sumsel 2026 tidak hanya menjadi agenda pergantian kepemimpinan organisasi, tetapi juga menjadi ruang konsolidasi bagi para pelaku jasa konsultansi untuk memperkuat eksistensi perusahaan lokal di tengah ketatnya persaingan industri konstruksi dan konsultansi nasional.

 

(Yanti)

 

Pos terkait