PALEMBANG. Berita Suara Rakyat. Com
Komitmen menjaga disiplin dan kehormatan prajurit kembali ditegaskan dalam Upacara Gelar Operasi Penegakan Ketertiban (Gaktib) dan Operasi Yustisi Polisi Militer Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Lapangan Makodam II/Sriwijaya, Palembang, Jumat (13/02/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Ujang Darwis, dan turut dihadiri Dandim 0418/Palembang yang diwakili Kasdim Letkol Inf Dery Septriandi, S.T., M.M., M.Han sebagai bentuk dukungan nyata jajaran kewilayahan dalam memperkuat disiplin serta kepatuhan hukum prajurit di satuan masing-masing.
Operasi Gaktib dan Yustisi 2026 resmi dimulai di wilayah Kodam II/Sriwijaya dengan mengusung tema “TNI PRIMA, Taat Hukum, Berdaulat, Indonesia Maju.” Tema tersebut menegaskan bahwa disiplin bukan sekadar aturan tertulis, melainkan cerminan harga diri dan kehormatan seorang prajurit TNI.
Upacara diikuti jajaran Polisi Militer gabungan TNI AD, AL, dan AU di wilayah Kodam II/Sriwijaya. Gelar upacara tersebut dihadiri PJU Kodam, Kabalakdam II/Swj, Danrem 044/Gapo, unsur Kepolisian serta ASN sebagai wujud sinergitas dalam menjaga ketertiban dan penegakan hukum di lingkungan TNI.
Dalam amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, yang dibacakan Pangdam II/Sriwijaya, ditegaskan bahwa Operasi Gaktib dan Yustisi merupakan agenda tahunan yang esensial untuk meningkatkan profesionalisme dan kepatuhan hukum prajurit maupun PNS TNI.
Pendekatan edukatif dan preventif tetap dikedepankan guna mencegah pelanggaran sejak dini serta menyelesaikan setiap perkara secara tegas dan tuntas.
Dandim 0418/Palembang Letkol Arh Erik Novianto, S.Sos melalui Kasdim menegaskan bahwa momentum ini menjadi pengingat bagi seluruh prajurit untuk selalu menjaga integritas dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Disiplin adalah pondasi utama prajurit. Kehormatan satuan dan institusi TNI bergantung pada sikap serta perilaku kita sehari-hari. Karena itu, penegakan hukum harus dibarengi dengan kesadaran dari diri sendiri untuk selalu taat aturan,” tegasnya.
Ia juga menambahkan bahwa pembinaan disiplin tidak boleh bersifat seremonial semata, melainkan harus menjadi budaya yang melekat dalam kehidupan keprajuritan.
Angka Pelanggaran Menurun, data tahun 2025 menunjukkan hasil positif. Operasi Gaktib mencatat penurunan pelanggaran sebesar 5,62 persen, dari 456 menjadi 432 kasus. Sementara Operasi Yustisi mengalami penurunan signifikan sebesar 40,64 persen, dari 925 menjadi 549 perkara.
Meski tren menurun, Panglima TNI mengingatkan seluruh jajaran agar tidak lengah. Pembinaan disiplin harus dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan demi menjaga marwah institusi di mata rakyat.
Dengan keterlibatan Kodim 0418/Palembang dalam kegiatan ini, diharapkan semangat penegakan disiplin dan kepatuhan hukum semakin menguat hingga ke tingkat satuan bawah, sehingga prajurit TNI tetap profesional, tangguh, dan semakin dicintai masyarakat.
(Febri).















