Palembang. Berita Suara Rakyat. Co
Dukungan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) tetap berada di bawah Presiden Republik Indonesia terus mengalir dari berbagai elemen masyarakat. Kali ini, dukungan datang dari kalangan buruh Sumatera Selatan.
Ketua Serikat Buruh Sriwijaya sekaligus Ketua Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Wilayah Sumatera Selatan, Ràmlianto, secara tegas menyatakan dukungannya agar Polri tetap berada langsung di bawah Presiden RI.
Menurut Ràmlianto, posisi Polri di bawah Presiden sangat penting untuk menjaga stabilitas nasional, netralitas institusi, serta efektivitas kinerja kepolisian dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Polri harus tetap berada di bawah Presiden agar koordinasi dan pengambilan kebijakan strategis berjalan dengan baik serta tidak menimbulkan polemik di tengah masyarakat,” ujar Ràmlianto, Senin (26/1/2026).
Ràmlianto yang dikenal sebagai aktivis buruh di Sumatera Selatan itu menyampaikan pernyataan sikap tersebut melalui rekaman video yang diterima awak media. Dalam video tersebut, ia menegaskan bahwa dukungan yang disampaikan bukanlah kepentingan pribadi, melainkan aspirasi murni dari kalangan buruh.
Ia menilai, stabilitas keamanan dan ketertiban nasional memiliki kaitan erat dengan iklim dunia kerja. Kondisi keamanan yang kondusif, kata dia, akan berdampak langsung terhadap produktivitas industri, kepastian kerja, serta kesejahteraan buruh.
“Bagi kami kaum buruh, stabilitas keamanan sangat berpengaruh terhadap dunia kerja dan kesejahteraan. Jika keamanan terganggu, aktivitas industri juga akan terdampak,” jelasnya.
Oleh karena itu, Ràmlianto berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan dapat mempertimbangkan secara matang setiap wacana atau kebijakan yang menyangkut kelembagaan Polri, dengan tetap mengedepankan kepentingan masyarakat luas.
“Kami berharap pemerintah mendengar aspirasi masyarakat, termasuk buruh, dalam setiap kebijakan strategis terkait Polri. Kami mendukung Polri tetap berada di bawah Presiden demi stabilitas nasional,” tandasnya.
(Yanti/ril).











