Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M dengan didampingi Wakil Gubernur (Wagub) Sumsel H Cik Ujang menghadiri serta melaunching Sumsel Health Tourisme bertempat di halaman Griya Agung Palembang, Jumat (30/1/2026).
Turut hadir didalam kegiatan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Dr Drs H Edward Candra, M.H, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Sumsel, Kepala Biro Umum dan Perlengkapan Setda Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel, Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Siti Fatimah Azzahra Provinsi Sumsel, Staf Ahli Gubernur Provinsi Sumsel, Direktur Utama PT Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Provinsi Sumsel, Direktur Utama PT Jamkrida (Perseroda) Provinsi Sumsel.
Selain itu juga dihadiri Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Ogan Komering Ilir (OKI), Bupati Banyuasin, Bupati Musi Banyuasin (Muba), Walikota Lubuk Linggar, Wakil Walikota Palembang, serta dari kabupaten/kota yang ada di 17 kabupaten/kota di provinsi Sumsel, para asosiasi yang ada di Sumsel.
Dikatakan Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M, di mana hari ini (kemarin.red) kita secara resmi melaunching dan meluncurkan Sumsel Health Tourism, di mana ini merupakan program ini menjadi langkah strategis transformasi layanan kesehatan Sumsel menuju standar nasional dan global.
“Pengembangan wisata kesehatan merupakan visi jangka panjang yang telah disiapkan sejak awal kepemimpinannya, dengan memanfaatkan kekuatan infrastruktur dan sumber daya manusia (SDM) kesehatan di Sumsel,” ujarnya.
Kemudian, di mana di provinsi Sumsel memiliki SDM kesehatan yang mampu bersaing secara global. Banyak tenaga medis asal Sumsel yang telah bekerja di luar negeri, menjadi bukti kualitas layanan kesehatan daerah.
“Sejumlah rumah sakit di Sumsel telah disiapkan sebagai unggulan wisata medis, di antaranya RSUD Siti Fatimah, RS Siloam Sriwijaya, RS Pelabuhan Palembang, RS Hermina, RS Permata, dan RS Siti Khadijah, dengan layanan spesialis seperti jantung, ortopedi, bayi tabung, hingga layanan lansia,” ungkapnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel dr. H. Trisnawarman menyatakan bahwa untuk pengembangan Sumsel Health Tourism ini sendiri sangat membutuhkan komitmen bersama dengan lintas sektor dan lintas daerah yang ada di wilayah provinsi Sumsel ini.
“Ini kerja bersama untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan di Sumsel,” katanya.
Dilanjutkannya, pada tahap awal, Sumsel Health Tourism ditargetkan menahan pasien domestik agar tidak berobat ke luar negeri, sebelum dikembangkan untuk menarik wisatawan medis dari luar daerah dan mancanegara.
“Peluncuran program ini ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama lintas sektor sebagai langkah awal menjadikan Sumsel destinasi wisata kesehatan terpadu,” ucapnya.
Begitu juga disampaikan Ketua Astindo Sumsel sekaligus Direktur Carnaval Holiday Tour and Travel Hendra Oeji, kami dari asosiasi yakni asosiasi travel agent indonesia (Astindo) provinsi Sumsel kami mendukung program Gubernur Sumsel untuk Sumsel di jadikan sebagai Health Tourism.
“Tentunya kesempatan ini kami harus memberikan satu pelayanan informasi tentang kesehatan dan juga tentang pariwisata provinsi Sumsel hususnya kota Palembang,” bebernya.
Masih dilanjutkannya, kami di sini bersama dengan anggota ya persiapan kami, di mana kami mengemas paket-paket tentunya untuk berobat sambil berwisata sesuai dengan pencanangan Gubernur Sumsel.
“Ya kalau kita lihat potensi, karena kita tahu di Sumsel ini kan rumah sakit-sakit yang betul-betul berpotensi yang terbaik, maksud saya itu rumah sakit banyak kelebihan-kelebihan daripada rumah sakit kita di Sunmsel ini,” jelasnya.
(Anton)












