Plaju. Berita Suara Rakyat. Com
Guna memastikan keandalan operasional Kilang Minyak Plaju sebagai Objek Vital Nasional (Obvitnas) strategis, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju (Kilang Plaju) terus berupaya mematuhi regulasi (comply to regulation) dengan menggelar Assessment Aeronautical Information Publication (AIP) dan Supervisi Pengawasan & Pengendalian 1 (Internal) Sistem Manajemen Pengamanan (SMP) berbasis Perpol Nomor 7 Tahun 2019.
Agenda Assessment Pengamanan Ruang Udara Kilang Plaju bekerja sama dengan PT Pertamina Training and Consulting (PTC) melaksanakan Site Survey pada 19–20 Agustus 2026. Langkah ini ditujukan untuk memetakan risiko navigasi, memvalidasi koordinat ruang udara, serta memproses perizinan AIP resmi guna menjamin keselamatan dan keamanan zona udara di atas wilayah operasional kilang.
Assessment ruang udara ini melibatkan jajaran pakar dan otoritas penerbangan nasional dari Airnav (Perum LPPNPI Indonesia), antara lain General Manager Pusat Informasi Aeronautika Hermawan Novitrianto, Jr. Manager Kartografi Haris Defriyan, Perancang Prosedur Penerbangan Aryo Abie Dwinanda dan Deni Herianto B, Pabandya Pinak (Paban I/Ren Spotdirga) Letkol Hera Himawan N. Hadi, serta jajaran manajemen AirNav Palembang.
Pada saat bersamaan, untuk mengukur pengelolaan pengamanan Kilang Plaju, juga melakukan agenda Wasdal 1 (internal) SMP dilaksanakan oleh Tim Auditor Direktorat Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga pada 19–21 Agustus 2026, dipimpin oleh Dedi Sugiri (Lead Auditor SMP) bersama tim auditor lintas unit operasional untuk memastikan standar pengamanan fisik dan sistem penanggulangan risiko di Kilang Plaju mematuhi Regulasi Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Pjs. Manager HSSE Kilang Plaju Ery Puspiartono, menyampaikan bahwa penguatan aspek pengamanan ruang udara dan pengamanan fisik merupakan langkah proaktif perusahaan dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.
“Sebagai Objek Vital Nasional, Kilang Plaju tidak hanya fokus pada keandalan operasional di darat, tetapi juga harus memastikan aspek keselamatan dan keamanan di ruang udara terlindungi dengan standar tertinggi. Kolaborasi bersama tim otoritas aeronautika, TNI AU, AirNav Palembang dengan tim auditor internal SMP ini menjadi bukti komitmen kami untuk mewujudkan pengamanan yang patuh regulasi, terintegrasi, dan zero accident,” tegas Ery.
Melalui integrasi penerbitan izin AIP dan audit SMP Perpol 7/2019 ini, Kilang Plaju optimistis tingkat kepatuhan keandalan fasilitas kilang semakin kokoh dalam memitigasi seluruh potensi ancaman keamanan darat maupun udara secara berkelanjutan.
(Yanti)
















