Plaju. Berita Suara Rakyat. Com
Pertamina sebagai perusahaan energi nasional terus memperkuat sinergi bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), dan berkomitmen penuh dalam menjaga keberlangsungan operasional dan keamanan Objek Vital Nasional (Obvitnas) strategis.
Sebagai langkah nyata untuk memperkuat sistem pengamanan tersebut, Security Kilang Plaju saat ini diperkuat dengan kehadiran personel BKO (Bawah Kendali Operasi) dari Mabes TNI yang bertugas di Kilang Plaju.
SVP Human Capital Management PT Pertamina (Persero), Irzan Noor Rizki, menyampaikan dukungan penuh TNI sangat krusial dalam menjaga seluruh aset operasi Pertamina dari hulu hingga hilir, termasuk di unit kilang.
“Aspek keamanan menjadi salah satu fondasi utama untuk memastikan operasional berjalan aman dan berkelanjutan. Dalam konteks itu, kerja sama dengan TNI sangat strategis agar akses energi ke masyarakat dapat terus terjaga tanpa gangguan. Kehadiran BKO TNI selama ini telah memberikan kontribusi yang sangat positif,” ujar Irzan di momen Penyegaran dan Pengawasan Personel TNI Sebagai Tenaga Bantuan Pengamanan di Pertamina (Persero), Rabu (15/7/2026).
Sementara itu, LO TNI Untuk PT Pertamina (Persero), Mayor Jenderal (Mayjen) TNI Sinyo menegaskan bahwa tugas mengamankan kedaulatan energi merupakan cita-cita besar Presiden yang harus dikawal maksimal demi mencegah terjadinya kebocoran-kebocoran di lapangan.
“Saat ini terdapat total 259 personel BKO TNI di seluruh Indonesia, termasuk 11 personel yang berjaga di Kilang Plaju. Jika dibandingkan dengan luasnya unit kerja Pertamina, jumlah ini sangat sedikit. Oleh karena itu, peran aktif dan kinerja maksimal dari saudara-saudara sekalian sangat diharapkan,” tegas Mayjen TNI Sinyo.
*Tetap Melekat Pada Institusi*
Menyambung hal tersebut, Wakil Kepala Pusat Administrasi Personel (Pusminpers) TNI, Laksamana Pratama (Laksma) TNI Agus Lukman, mengingatkan kembali mengenai status kedinasan para personel selama bertugas di lingkungan Pertamina.
“Personel BKO tetap melekat pada institusi TNI. Setelah menyelesaikan masa tugas selama 2 tahun di Pertamina, termasuk yang berada di Kilang Plaju, seluruh personel akan kembali ke satuannya masing-masing. Oleh karena itu, jaga disiplin dan tunjukkan kinerja terbaik selama penugasan,” jelas Laksma TNI Agus Lukman.
Melalui sinergi bersama TNI ini, Kilang Plaju optimis dapat terus memitigasi segala bentuk risiko keamanan, sekaligus memastikan produksi dan distribusi bahan bakar minyak (BBM) untuk masyarakat Sumatera bagian selatan dan sekitarnya tetap berjalan dengan aman, lancar, dan andal.
(Yanti)
















