PLN UP Bukit Asam Perkuat Ekonomi Desa, Kelompok Budidaya Jamur Terima Bantuan Peralatan

MUARA ENIM. Berita Suara Rakyat. Com

Kolaborasi antara perusahaan, pemerintah desa dan kelompok masyarakat menjadi salah satu upaya mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis potensi lokal.

Hal tersebut diwujudkan PT PLN Nusantara Power Unit Pembangkitan (UP) Bukit Asam melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dengan menyalurkan bantuan steamer jamur dan penyaring serbuk jamur kepada Kelompok Cahaya Tiram Mandiri di Desa Tanjung Raja, Kabupaten Muara Enim, Kamis (5/11/2026).

 

Bantuan ini diharapkan memperkuat usaha masyarakat di sektor budidaya jamur sekaligus membuka peluang pengembangan usaha pengolahan pangan berbasis hasil pertanian lokal.

 

Assistant Manager Business Support PLN Nusantara Power UP Bukit Asam, Agung Kurniawan, yang mewakili Manager Fachmi Wibowo, mengatakan program TJSL merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap peningkatan kapasitas dan kemandirian ekonomi masyarakat.

 

“Kami berharap bantuan peralatan ini dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh Kelompok Cahaya Tiram Mandiri. Semoga fasilitas yang diberikan mampu meningkatkan produktivitas, kualitas hasil produksi, serta memberikan dampak positif terhadap perekonomian masyarakat,” ujarnya.

 

Kepala Desa Tanjung Raja, Rasid, menyambut baik bantuan tersebut. Ia menyampaikan apresiasi kepada PLN Nusantara Power UP Bukit Asam karena telah memberikan perhatian kepada kelompok usaha masyarakat di wilayahnya.

Menurutnya, bantuan tersebut diharapkan menjadi dorongan bagi masyarakat untuk lebih serius mengembangkan potensi usaha budidaya dan pengolahan jamur.

Sementara itu, Ketua Kelompok Cahaya Tiram Mandiri, Rahmad Hidayat, mengatakan bantuan steamer menjadi kebutuhan penting bagi kelompoknya dalam meningkatkan kualitas produksi.

 

Sebelumnya, kelompok masih menggunakan drum untuk sterilisasi media tanam dengan tingkat kegagalan produksi lebih dari 10 persen.

 

“Selama ini kami menggunakan drum untuk proses sterilisasi, dengan tingkat kegagalan di atas 10 persen. Alhamdulillah, sekarang kami sudah mendapatkan bantuan steamer. Peralatan ini sangat bermanfaat dan sudah kami uji coba. Mudah-mudahan hasilnya semakin baik sehingga produksi kami bisa meningkat,” jelasnya.

 

Dengan adanya peralatan tersebut, kelompok juga berpeluang mengembangkan budidaya jamur kuping yang membutuhkan proses sterilisasi pada suhu lebih dari 100 derajat Celsius.

Selain itu, kelompok telah mengembangkan sejumlah produk olahan seperti sate jamur, nugget jamur, jamur crispy, kemplang jamur, stik jamur dan bakso jamur.

 

Dalam memperluas pengembangan usaha, Kelompok Cahaya Tiram Mandiri juga menjalin kerja sama dengan kelompok pembudidaya jamur lainnya, termasuk dari Sumber Urip dan Cik Sri.

Rahmad berharap sinergi tersebut dapat terus diperkuat melalui dukungan pembinaan dari PLN, terutama dalam peningkatan keterampilan pengolahan produk, kualitas dan pemasaran.

 

“Kami berharap ke depan ada pembinaan dari manajemen PLN, terutama dalam pengembangan produk olahan jamur. Kami juga siap mendukung kegiatan PLN apabila dibutuhkan, termasuk melalui produk-produk olahan yang kami hasilkan,” tambahnya.

Melalui program TJSL tersebut, PLN Nusantara Power UP Bukit Asam berharap pemberdayaan masyarakat dapat berjalan secara berkelanjutan dan mendorong lahirnya kelompok usaha desa yang produktif, mandiri serta memiliki daya saing.

 

(Yanti/rilis)

Pos terkait