“Prabu Sriwijaya” Untuk Sebutan Pohon Gaharu, Perlu Dilakukan Pelestarian Pohon Beragam Manfaat

 

Banyuasin. Berita Suara Rakyat. Com

 

Pelestarian Pohon Gaharu, pohon ini diberi nama Prabu Sriwijaya, pelestarian pohon gaharu sebagai icon yang dahulu menjadi primadona komoditi Kerajaan Sriwijaya, demikian diutarakan Komisaris/Owner Agarwood World Gallery Singapore Jeffrey Teoh saat ditemui usai kegiatan penanaman bibit Pohon Gaharu.

 

Dari Agarwood World Gallery Singapore, sebagai informasi bahwa dari Agarwood Information Monumen, bahwa Pohon Gaharu diperkirakan mencapai usia lebih kurang 200 tahun dengan jenis Aqulilaria malaccensis.

 

“Untuk diketahui yang mana Pohon Gaharu ini merupakan tumbuhan kebanggaan bagi kerajaan Sriwijaya yang pernah tertera pada surat Sang Raja Indrawarman kepada Raja Bani Umayyah, pada 100 tahun Hijriyah, 718 Masehi,” ujar Jeffrey Teoh Komisaris/Owner Agarwood World Galery Singapore.

 

Kemudian, Pohon Gaharu juga merupakan komoditi unggulan pada masa itu, tumbuhan yang dikenal sebagai pohon termahal di dunia ini memiliki banyak nilai histroy dan keistimewaan, dan dapat digunakan sebagai obat-obatan, perhiasan, hingga kepada aroma terapi.

 

“Pohon ini juga dikenal dengan pohon surga, yang tercantum pada hadist Bukhari yang berbunyi merupakan penghasil dari wewangian surga. Aroma Gaharu “oud” banyak digunakan sebagai parfum mahal dan ekslusif di seluruh dunia,” ungkapnya.

 

Gaharu juga merupakan pohon dewa bagi kepercayaan masyarakat Asia Tionghoa yang banyak memberikan energi positif dan keberuntungan, perlindungan serta ketentraman. Pohon Gaharu ini diberi nama “Prabu Sriwijaya” yang telah dilindungi dan dilestarikan oleh Agarwood World Gallery Singapore.

“Tujuannya adalah agar senantiasa terjaga untuk warisan ekologi masyarakat, sebagai bagian dari agro wisata, terpelihara, dan tak dirusak atau ditebang dengan kesepakatan bersama PT Gotama,” katanya.

 

Pohon Gaharu ini sendiri diberi nama “Prabu Sriwijaya” yang tumbuh di PT Gotama Arifsyah Estate dan dilestarikan bersama dengan didukung oleh Agarwood World Gallery Singapore. Dan tujuannya sendiri adalah biar bisa dilestarikan untuk warisan ekologi dan edukasi, siapa saja bisa datang dan mempelajari tentang pohon itu dan sejarah Pohon Gaharu di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

 

“Bahwa tanaman Pohon Gaharu itu adalah tanaman yang sangat banyak manfaat, nilai ekonominya sangat tinggi, bahkan bisa dan terbukti bisa memang dilakukan untuk menjadi obat-obatan berbagai macam penyakit,” ucapnya.

 

Kemudian dia juga bisa berupa parfum untuk bahan wangi-wangian dan kemudiaan satu lagi manfaat yang dilakukan oleh berbagai negara dalam pelaksanaan keagamaan. Misalnya pembuatan dupa, dan banyak hal lain, dan itu sangat terbukti bukan dongeng, dan itu nyata bahwa kita mengetahui itu semua.

Bahwa parfum yang dibuat dari Gaharu kapan saja dimana saja bisa dibeli, memang harganya diatas rata-rata harga parfum.

 

“Sedangkan untuk lokasi penanaman Pohon Gaharu, artinya Gaharu itu tumbuh didaerah mineral, artinya didaerah kering, dia tidak tumbuh di daerah basah, dan kemudian sangat mudah tumbuh perkembangannya sangat baik,” imbuhnya.

 

Ditambahkannya, sedangkan untuk hama yang menyerang Pohon Gaharu sangat tidak ada, nyaris tidak ada untuk diserang hama. Inilah untuk usia tanaman Pohon Gaharu barangkali ini yang masih misteri, di sini saya bilang misteri, di mana belum kami memperoleh kapan sih ini bisa di menghasilkan yang diceritakan tersebut yang diatas.

 

“Ini ditanam nanti akan juga akan disampaikan teknologi atau bagaimana tata kelola tentang Pohon Gaharu, di mana kita punya teknologi, bagaimana teknologi agar ini betul-betul punya nilai ekonomi yang sangat baik untuk masyarakat,” bebernya.(Anton)

 

Pos terkait