Reses DPRD Sumsel Dapil 1 di SMK PGRI 1 Palembang, Serap Aspirasi Fasilitas hingga Soroti Kuota Penerimaan Siswa Baru di SMK Negeri

oplus_1026

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang menggelar Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 di SMK PGRI 1 Palembang, Rabu (11/2/2026).

 

Reses tersebut mencakup wilayah Kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Plaju, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, dan Kertapati. Kegiatan dipimpin Koordinator Dapil I, Chairul S. Matdiah, S.H., M.H. (Partai Demokrat), didampingi lima anggota DPRD Sumsel lainnya yakni Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos. (Golkar), Firmansyah Hakim, S.H. (NasDem), Ir. Romiana Hidayati (PDIP), Muhammad Toha, S.Ag. (PKS), dan Abdullah Taufik, S.E., M.M. (Gerindra).

 

Koordinator Dapil I, Chairul S. Matdiah menegaskan bahwa reses merupakan kewajiban anggota dewan untuk menyerap serta menindaklanjuti aspirasi masyarakat di daerah pemilihannya.

 

“Hari ini kami melaksanakan Reses Masa Sidang V Tahun Anggaran 2026 di SMK PGRI 1 Palembang. Tugas kami sebagai wakil rakyat adalah menerima dan menyerap aspirasi masyarakat, termasuk dari guru dan para siswa. Hasil reses ini akan kami sampaikan dalam rapat paripurna DPRD Sumsel,” ujarnya.

 

Dalam dialog yang berlangsung interaktif, berbagai aspirasi disampaikan pihak sekolah, mulai dari kebutuhan peningkatan sarana dan prasarana, pengecatan gedung sekolah, perbaikan ruang kelas yang terdampak banjir, pengadaan mobiler, hingga dukungan fasilitas ekstrakurikuler.

 

Anggota DPRD Sumsel Dapil I, Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos menyampaikan bahwa seluruh aspirasi yang diterima akan ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.

 

“Aspirasi yang disampaikan seputar sarana dan prasarana akan kami bawa ke rapat paripurna. Tadi ada permintaan pengecatan sekolah, dan itu akan kami coba komunikasikan melalui program CSR perusahaan terkait,” katanya.

 

Ia juga menyinggung persoalan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) yang turut menjadi perhatian sekolah.

 

Menurutnya, DPRD Sumsel berkomitmen untuk mengawal kebijakan yang berkaitan dengan tenaga pendidik.

 

Aryuda menegaskan bahwa sekolah swasta dan negeri memiliki peran yang sama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

 

“Swasta dan negeri itu sama. Sama-sama berkontribusi mencerdaskan kehidupan bangsa. Kita harus tetap semangat dan saling mendukung,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pembina Lembaga Pendidikan PGRI, Hasanudin, menyampaikan bahwa pihaknya berharap adanya perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan sekolah swasta.

 

Pada kesempatan tersebut, ia mengusulkan agar penerimaan peserta didik di SMK negeri dibatasi sesuai kuota agar tidak berdampak pada keberadaan sekolah swasta.

 

“Kami berharap SMK negeri membatasi penerimaan siswa sesuai kuota. Karena dampaknya sangat terasa bagi sekolah swasta. Selain itu, kami juga menyampaikan aspirasi terkait pengangkatan P3K, perbaikan ruangan, mobiler, dan sarana prasarana penunjang kegiatan belajar mengajar,” ujarnya.

 

Kepala SMK PGRI 1 Palembang, Nur Hidayatika, M.Pd, mengaku terhormat atas kunjungan reses DPRD Sumsel ke sekolah yang dipimpinnya. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi bukti perhatian wakil rakyat terhadap dunia pendidikan, khususnya sekolah swasta.

“Reses ini luar biasa interaktif. Kami merasa diperhatikan. Ini bentuk kepedulian DPRD Sumsel terhadap sekolah, terutama sekolah swasta,” katanya.

 

Ia menjelaskan, salah satu persoalan yang dihadapi sekolah saat ini adalah banjir yang disebabkan tertutupnya saluran air oleh bangunan steam di sekitar lingkungan sekolah. Akibatnya, aliran air terhambat dan menyebabkan genangan di beberapa ruang kelas.

“Dulu sekolah ini bagus. Namun karena saluran air tertutup, air tidak bisa mengalir dengan baik sehingga terjadi genangan. Ada ruang kelas yang terdampak dan perlu perbaikan agar kembali layak digunakan,” jelasnya.

 

Nur Hidayatika menambahkan, meski baru satu tahun menjabat sebagai kepala sekolah, berbagai terobosan telah dilakukan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing sekolah. Di antaranya pemasangan plang sekolah baru, penataan serta pembersihan lingkungan agar lebih asri dan nyaman.

Jumlah siswa pun mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 270 siswa menjadi 350 siswa saat ini.

 

“Kami terus melakukan terobosan karena persaingan sekolah swasta cukup ketat. Alhamdulillah jumlah siswa meningkat,” ungkapnya.

 

Dalam upaya membantu siswa kurang mampu, pihak sekolah juga menerapkan kebijakan keringanan biaya pendidikan.

 

“Jika ada siswa yang benar-benar tidak mampu dan bisa membuktikan, maka kami gratiskan. Untuk dua saudara kandung, cukup satu yang membayar. Yatim piatu juga digratiskan. Bahkan anak-anak yang memiliki bakat tertentu kami bebaskan uang komite selama beberapa bulan,” tandasnya.

 

Melalui reses ini, diharapkan aspirasi SMK PGRI 1 Palembang dapat ditindaklanjuti, sehingga kualitas sarana dan prasarana pendidikan semakin meningkat serta sekolah swasta tetap mampu bersaing dan berkontribusi dalam mencetak generasi unggul di Sumatera Selatan.

 

(Yanti)

 

Pos terkait