Sinergi Lintas Entitas Perkuat Hubungan Industrial, Pertamina Tingkatkan Kompetensi Pengelolaan Alih Daya

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com

Kolaborasi lintas entitas menjadi kunci Pertamina dalam memperkuat pengelolaan tenaga kerja alih daya yang kompeten, patuh, dan adaptif. Melalui Workshop Upskilling Kepatuhan Aspek Ketenagakerjaan Pengelolaan Alih Daya yang digelar pada 3–4 September 2026, PT Pertamina (Persero) bersama Subholding Downstream Pertamina Patra Niaga mempertemukan pekerja, mitra kerja, dan pemangku kepentingan ketenagakerjaan untuk meningkatkan kompetensi sekaligus mendorong lahirnya gagasan baru dalam pengelolaan hubungan industrial.

Kegiatan yang merupakan bagian dari program Holding Pertamina (Persero) ini diikuti oleh jajaran pekerja PT Pertamina (Persero), Pertamina Patra Niaga, termasuk Refinery Unit (RU) Plaju dan wilayah Marketing Operation Regional Sumbagsel, perwakilan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan, serta mitra kerja di lingkungan Pertamina Group.

Workshop ini menjadi ruang untuk memperkuat pemahaman bersama terkait kepatuhan aspek ketenagakerjaan dalam pengelolaan alih daya. Tidak hanya berorientasi pada pemenuhan ketentuan yang berlaku, forum ini juga mendorong adanya pertukaran pengalaman dan perspektif antarentitas sehingga dapat menghasilkan pengelolaan tenaga kerja yang semakin efektif, adaptif, dan berkelanjutan.

 

Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga RU Plaju, Khabibullah Khanafie, mengatakan peningkatan kompetensi melalui forum kolaboratif seperti ini penting untuk mendorong adanya pemikiran baru dalam pengelolaan aspek ketenagakerjaan.

“Harapannya kegiatan ini bukan sekadar menjadi forum edukasi dan bukan hanya untuk memenuhi requirement yang ada. Lebih dari itu, kami berharap dapat muncul pemikiran-pemikiran dan inovasi baru dalam pengelolaan aspek ketenagakerjaan, khususnya pengelolaan alih daya,” ujar Khabibullah.

 

Menurutnya, pengelolaan tenaga kerja alih daya merupakan bagian penting dalam mendukung keberlangsungan operasional perusahaan sehingga membutuhkan sinergi dari berbagai pihak. Kesamaan pemahaman antara perusahaan, mitra kerja, pekerja, dan pemerintah menjadi salah satu fondasi untuk memastikan praktik ketenagakerjaan dapat berjalan sesuai ketentuan sekaligus menciptakan hubungan kerja yang harmonis.

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Sumatera Selatan, H. Indra Bangsawan, S.H., M.M., menyambut baik skema pembinaan yang dilakukan Pertamina melalui kegiatan tersebut.

“Kami menyambut baik skema pembinaan yang dibuat Pertamina. Kami berharap seluruh peserta, baik dari internal maupun tenaga kerja alih daya, dapat memanfaatkan forum ini dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan pemahaman terkait hubungan industrial dan bersama-sama mewujudkan hubungan industrial yang harmonis di Sumatera Selatan,” ungkap Indra.

Melalui kegiatan ini, Pertamina menegaskan komitmennya untuk terus membangun ekosistem ketenagakerjaan yang tidak hanya mengedepankan kepatuhan, tetapi juga kompetensi, kolaborasi, dan perbaikan berkelanjutan. Sinergi antara Holding, Subholding, unit operasi, mitra kerja, serta pemerintah diharapkan dapat menjadi kekuatan bersama dalam menghadirkan pengelolaan alih daya yang semakin profesional dan mendukung keberlangsungan operasional Pertamina.

 

*Tentang Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Plaju*

Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju merupakan bagian dari PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Downstream PT Pertamina (Persero), yang menjalankan kegiatan pengolahan minyak dan produk antara menjadi produk energi dan petrokimia untuk mendukung kebutuhan energi nasional.

Dalam menjalankan operasionalnya, Kilang Plaju berkomitmen menjaga keandalan, keselamatan, dan keberlanjutan kegiatan pengolahan, serta terus mendorong inovasi dan pengembangan kompetensi sumber daya manusia untuk memperkuat kontribusi terhadap ketahanan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel).

(Yanti).

Pos terkait