Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Menyongsong arus mudik Lebaran tahun 2026, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Selatan memperkuat kesiapan infrastruktur religi melalui program Masjid Ramah Pemudik. Tidak tanggung-tanggung, tercatat sebanyak 458 masjid di seluruh wilayah Sumatera Selatan telah didaftarkan untuk menyambut para musafir, dengan lima titik prioritas yang tersebar di jalur lintas utama.
Kakanwil Kemenag Sumsel Syafitri Irwan menjelaskan bahwa masjid bukan sekadar tempat ibadah transisi, melainkan harus menjadi oase yang memberikan rasa aman, nyaman, dan informatif bagi para pemudik. Menurutnya, masjid ramah pemudik harus menjadi pusat informasi, sinergi keamanan dan kenyamanan, serta tempat layanan kesehatan gratis.
“Setiap masjid wajib memasang spanduk atau banner menarik di halaman depan. Banner tersebut harus mencantumkan nomor HP petugas Kemenag yang dapat dihubungi 24 jam sebagai pusat informasi bagi pemudik yang membutuhkan info terkait jalur jalan, layanan kesehatan, atau keadaan darurat di malam hari,” jelas Syafitri didampingi Kepala Bidang Urais Efriyansa di Palembang, Kamis (12/03/2026).
Syafitri juga meminta Kakankemenag Kabupaten/Kota berkoordinasi dengan pihak Polri dan TNI untuk menempatkan personel di titik masjid tersebut. Tujuannya bukan sekadar penjagaan, melainkan menciptakan rasa tenang bagi pemudik agar kendaraan dan barang bawaan mereka aman dari tindak kejahatan. Selain itu, Kakanwil meminta Kakankemenag berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan atau Puskesmas setempat sehingga masjid ramah pemudik bisa menyediakan obat-obatan ringan dan tenaga medis tanpa membebani anggaran internal masjid.
“Terkait aspek kebersihan, ini menjadi harga mati. Saya minta seluruh tenaga dari KUA hingga Madrasah untuk bergotong-royong membersihkan masjid-masjid, terutama yang masuk daftar 458 masjid ramah pemudik ini,” tegas Syafitri.
“Meski terdapat lima titik prioritas, seluruh masjid yang masuk dalam daftar tetap diwajibkan memberikan standar pelayanan yang sama bagi pemudik yang singgah secara acak di sepanjang jalur Sumatera Selatan,” tambah Syafitri.
Selain masjid, Syafitri menjelaskan bahwa Kemenag Sumsel juga menyiapkan tujuh rumah ibadah lain untuk melayani para pemudik. Rinciannya, satu pure, satu vihara, dan lima gereja. “Ini merupakan wujud kerukunan, kepedulian, dan kebersamaan antar umat beragama dalam melayani para pemudik,” pungkas Syafitri.
Daftar Lima Titik Masjid Ramah Pemudik Prioritas Utama Sumsel:
1. Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin Jayo Wikramo di Jl. Jenderal Sudirman, Nomor 1, Kel. 19 Ilir, Kec. Bukit, Kecil, Kota Palembang.
2. Masjid Sabilul Muttaqin di Desa Kotabaru Selatan, Kec. Martapura, OKU Timur.
3. Masjid Nur Rohman di Jl. Kolonel Barlian, Lembayung, Nomor 13, RW.03, Bandar Agung, Lahat.
4. Masjid Agung Assalam di Jl. Garuda Kel. Pasar Pemiri Lubuklinggau Barat II, Lubuklinggau.
5. Masjid Agung Islamic Center Baturaja di Jl. Garuda Lintas Sumatera, Tanjung Baru, Baturaja Timur, Ogan Komering Ulu.
Daftar Rumah Ibadah Ramah Pemudik
1. Pure Puseh Desa Adat Dharma Sari di Jalan Lintas Timur Desa Lubuk Seberuk Kec. Lempuing Jaya Kabupaten Ogan Komering Ilir.
2. Vihara Dharma Chandra di Jalan Lintas Timur Palembang – Lampung, Desa Tugu Jaya, Lempuing, Ogan Komering Ilir.
3. Gereja Katolik Santa Theresia De Lisieux Tugujaya di l.Lintas Timur, Desa Tugujaya Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir.
4. Gereja Katolik Stasi Santo Yoseph Dabuk Rejo, Jalan Lintas Timur, Blok M Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Lempuing, Ogan Komering Ilir.
5. Gereja Protestan Indonesia Bagian Barat (GPIB) Sangkakala Bumiarjo, Jalan Lintas Sumatera, Bumiarjo, Kec. Lempuing, Kab. Ogan Komering Ilir.
6. Gereja Methodist Indonesia Galilea Air Batu, Jalan Palembang-Betung KM 19, Sukomoro, Kec. Talang Kelapa, Kab. Banyuasin.
7. Gereja Pantekosta di Indonesia Imanuel Sri Gunung, Jalan Palembang-Jambi, Kec. Sungai Lilin, Kab. Banyuasin.
(Yanti/ril)















