Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamen Dikdasmen) Atip Latipulhidayat meresmikan hasil revitalisasi satuan pendidikan se-Kota Palembang yang dipusatkan di SMAN 21 Palembang, Rabu (25/2/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah pusat dalam menghadirkan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bermutu bagi generasi penerus bangsa.
Dalam sambutannya, Prof. Atip menyoroti kondisi infrastruktur pendidikan di Indonesia yang selama hampir tiga dekade belum tersentuh perbaikan menyeluruh.
Menurutnya, alokasi anggaran pendidikan sebesar 20 persen dari APBN maupun APBD harus benar-benar digunakan secara tepat sasaran untuk memperbaiki kualitas sarana dan prasarana sekolah.
Ia menjelaskan, pemerintah kini mendorong skema swakelola dalam pelaksanaan renovasi sekolah. Model ini dinilai lebih efisien dibandingkan pola pengerjaan terpusat. Berdasarkan data nasional, efisiensi anggaran mencapai Rp16,9 triliun sehingga mampu meningkatkan cakupan revitalisasi dari 13.400 sekolah menjadi 16.150 sekolah.
“Dengan swakelola, muncul sense of responsibility dari pihak sekolah. Kami melarang kepala sekolah masuk dalam kepanitiaan teknis untuk menjaga objektivitas. Namun, keterlibatan sumber daya lokal dan perguruan tinggi perlu dioptimalkan agar ekonomi daerah ikut bergerak,” ujarnya.
Bertepatan dengan hari ke-7 Ramadan, Wamen juga menyampaikan pesan moral terkait pentingnya integritas dalam pengelolaan data pendidikan, khususnya Data Pokok Pendidikan (Dapodik). Ia menyinggung fenomena manipulasi data kondisi sekolah demi mengejar akreditasi.
“Jangan sampai karena ingin akreditasi bagus, ruangan rusak dilaporkan dalam kondisi baik. Akibatnya, sistem membaca sekolah tersebut tidak layak menerima bantuan revitalisasi. Saya minta Kepala Dinas dan Kepala Sekolah memastikan akurasi Dapodik. Kejujuran adalah fondasi pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Prof. Atip menyampaikan arahan Presiden terkait perluasan program revitalisasi sekolah secara nasional. Dari rencana awal 11.000 satuan pendidikan, target ditingkatkan secara signifikan menjadi 71.000 sekolah di seluruh Indonesia.
“Ini adalah amanah rakyat. Uang ini milik rakyat. Saya titip kepada Bapak Gubernur dan Bapak Wali Kota untuk bersama-sama mengawasi agar tidak ada kekeliruan dalam pelaksanaannya. Jika hasilnya baik, ini akan menjadi amal jariyah bagi kita semua,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, S.E., S.Kom., M.Si., M.Pd menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah atas dukungan revitalisasi terhadap sejumlah SD, SMP, SMA, dan SMK di Sumatera Selatan.
“Bantuan ini tentu sangat bermanfaat bagi sekolah-sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Sumatera Selatan,” ujarnya.
Kegiatan peresmian berlangsung meriah dengan penampilan berbagai prestasi siswa, mulai dari seni tari tradisional hingga atraksi tim drum band yang menunjukkan semangat dan kreativitas pelajar Palembang.
(Dnl)















