Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini melalui Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Sumsel melaksanakan kegiatan pembukaan didikan dan latihan (Diklat) dan sertifikasi Penjaga Jalur Lintasan (PJL) di Provinsi Sumsel yang dilaksanakan bidang Perkeretaapian Dishub Provinsi Sumsel bertempat di Gedung Mekkah, ruangan Jabairahmah, Asrama Haji Sumsel, Senin (3/11/2025).
Turut hadir didalam kegiatan ini mewakili dari Pemprov Sumsel dalam hal ini Gubernur Sumsel dan Wakil Gubernur Sumsel yang diwakili oleh Kepala Dishub Provinsi Sumsel Drs H Ari Narsa, J.S, Sekretaris Dishub Provinsi Sumsel H Muhammad Gunawan, S.T., M.M, Kepala Bidang Perkeretaapian Dishub Provinsi Sumsel Dedi Januarsyah Z, S.STP., M.Si, sebagai narasumber dari Pengelola Data di Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD Tansah Bagas Prakosa, Jati, S.Tr.Tra ,M.Tr.M, serta undangan lainnya dan peserta Diklat
Dikatakan Kepala Dishub Provinsi Sumsel Drs H Ari Narsa, J.S, kegiatan sangat perlu sekali, karena untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) petugas penjaga pintu perlintasan. Sehingga mereka tahu, tata cara prosedur dan aturan serta etikanya. Untuk pengetahuan mereka ya terus ditingkatkan terus pengetahuan serta keterampilannya.
Sedangkan untuk materi yang akan diberikan kepada peserta akan ada narasumber yang ahlinya. Intinya kita harapkan ada peningkatan kapasitas SDM untuk penjaga pintu perlintasan kereta api.
“Outputnya kita harapkan, meningkatnya sdm, pengetahuan, etika, tata cara untuk para petugas penjaga pintu perlintasan kereta api,” ujarnya.
Kemudian, kegiatan ini juga kita libatkan para kabupaten/kota yang ada di provinsi Sumsel. Tujuan dari kegiatan ini yakni untuk peningkatan kapasitas SDMnya, walaupun pengetahuan mereka sudah ada, tapi tetap harus dilakukan peningkatan untuk mereka, supaya lebih terampil lagi.
Harapannya lebih sigap, gesit, cepat tanggap, dan himbauan kepada masyarakat sendiri yakni utamakan keselamatan, selalu waspada, serta mematuhi peraturan yang ada, jangan dilanggar jika sudah ada peringatan.
“Taati peraturan yang ada, pintu perlintasan kereta api yang diterobos, karena itu bisa sangat berbahaya bagi mereka, dan untuk rambu-rambu sendiri sudah ada, namun tetap petugas pintu perlintasan kereta api harus ada,” ungkapnya.
Menurut Kabid Perkeretaapian Dishub Provinsi Sumsel Sumsel Dedi Januarsyah Z, S.STP., M.Si, adapun pesertanya terdiri dari seluruh kabupaten/kota yang mempunyai pintu perlintasan, jadi ada di Ogan Komering Ulu (OKU) Timur, Prabumulih, Muara Enim dan Lahat. Adapun untuk narasumbernya dari Sekolah Tinggi Transportasi Darat (STTD).
Untuk pelaksanaannya sendiri dilaksanakan mulai dari hari ini tanggal 3 November sampai dengan 7 November 2025 untuk Diklat, dan untuk tanggal 8-9 November 2025 ada sertifikasi.
“Output yang diharapkan dari kegiatan ini adalah sebagai salah satu syarat kita lakukan Diklat. untuk dapat bisa bekerja dengan lebih baik lagi,” katanya.
Dilanjutkannya, kalau untuk berapa jalur perlintasan kereta itu ada beberapa, ada yang terjaga ataupun yang tidak terjaga berbeda. Kalau saat ini untuk pintu perlintasan kereta api di jaga oleh kabupaten/kota. Kalau paling rawan ya rawan, tapi yang penting perlu ada kehati-hatian.
Kalau untuk penambahan jumlah Penjaga Jalur Lintasan itu sesuai dengan kebutuhan, dan sesuai dengan kemampuan, tiap pintu perlintasan itu memerlukan angggaran untuk pembangunannya.
“Himbauan kepada masyarakat ya kami mohon setiap pintu perlintasan untuk berhati-hati, karena sifat pintu perlintasan itu sebagai rambu-rambu, kalau kita tidak disiplin untuk apa ada rambu-rambu,” ucapnya.
Begitu juga disampaikan Pengelola Data di Politeknik Transportasi Darat Indonesia STTD Tansah Bagas Prakosa, Jati, S.Tr.Tra ,M.Tr.M, untuk kegiatan itu Diklat dan sertifikasi Penjaga Jalur Lintasan ini, jadi ada beberapa materi yang akan kita berikan kepada para peserta. Salah satunya yaitu mengenai dengan peraturan perundang-undangan, yaitu aspek hukum sebagai penjaga pintu perlintasan kereta api.
Ada 3 K yakni Keselamatan, Kesehatan Kerja, ada juga masalah pengoperasian pintu perlintasan ya itu yang paling penting. Mengenai pengetahuan semboyan, perlintasan lalu lintas kereta api, dan perjalanan kereta api.
“Selama ini, itulah secara garis besar materi-materi yang akan diberikan kepada para peserta yang nantinya hal itu dibekali sebagai nanti mereka bertugas dilapangan,” imbuhnya.
(Anton)












