Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M menghadiri serta memberikan secara langsung kepada para penerima penghargaan pada kegiatan “Pemberian penghargaan kelompok tani hutan terbaik tingkat provinsi Sumsel dan launching Sistem Informasi Alam Lahan Perhutanan Sosial (SI-ALAM)”.
Adapun kegiatan ini sendiri dilaksanakan oleh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel, dan kegiatan ini sendiri dipusatkan di Grandballroom Grand Atyasa Palembang, Selasa (9/12/2025).
Turut hadir dalam kegiatan ini yakni Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel H Koimudin, S.H., M.M, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP) Provinsi Sumsel Herdi Apriansyah, S.STP., M.M, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Provinsi Sumsel Ruzuan Efendi, M.M, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura (PTPH) Provinsi Sumsel Dr Ir HR Bambang Pramono, M.Si, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sumsel Henny Yulianti, S.IP., M.M, Direktur ICRAF Andre Ekadimata, Para Penerima Penghargaan, dan undangan lainnya.
Dikatakan Gubernur Sumsel Dr H Herman Deru, S.H., M.M, dengan keanekaragaman hayatinya, dan keanekaragaman tumbuhannya ada, bagaimana mengelola ini dengan telaten, hanya butuh satu saja yakni komitmen. Terlalu kecil kita kasih hadiah seperti ini, karena mereka bisa menjadi motivator untuk mengajak sesama agar kita berhenti akan berenti melihat menjaga alam.
“Dan pasti juga komitmen alam yang kita tagih, karena alam akan jaga kita. Atas komitmen yang terbangun ini alhamdulillah kita bisa membantu saudara-saudara yang saat ini tertimpa musibah bencana karena alam marah,” ujarnya.
Kemudian, tapi kita juga jangan lalai, kita butuh bukti untuk dapat kita wariskan kepada generasi berikut dengan kondisi terbaik itu yang perlu kita catat. Negara-negara maju, dahulu juga mengelola hutannya, mengelola pertambangannya, tapi dengan sehat. Mengeksploitasi juga sumber daya alamnya, bukan tidak, tapi dengan cara sehat.
“Tertata, kita juga coba lihat, betul reklamasi terlaksana, kalau kita open minded, pertambangan terbuka, reklamasi iya, kita lihat, betul dikembalikan kepada kontruksi alam sebelumnya,” ungkapnya.
Dilanjutkannya, tapi ekosistemnya berapa tahun lagi kah kita menunggu, burungnya, serangganya, rumputnya, pohon besarnya, kapan. Kalau kita lihat dimana daerah-daerah yang terjadi, penambangan terbuka yang saya sebut tadi open minded, batubara, mau tambang lainnya yang terbuka, betul. Reklamasi karena ada jaminan keuangan yang dititip di negara, mereka suka tidak suka mereka kembalikan secara harfiah, iya.
“Tapi ekosistemnya, kapan mau kembali, 10 tahun tidak mungkin, karena gundul, tidak ada rumusnya lagi. Maka saya terima kasih juga sama perusahaan-perusahaan yang menjaga kehutanannya sehingga menjadi hutan-hutan produktif,” katanya.
Menurut Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel H Koimudin, S.H., M.M, berdasarkan keputusan Menteri Lingkungan Hidup dan Pertanahan (LHK) Nomer 6642 Tahun 2024 tentang peta indikatif area perhutanan sosial untuk provinsi Sumsel seluas lebih kurang 276.919,30 hektar sudah mendapat izin perhutanan sosial dari Kementerian Kehutanan seluas lebih kurang 140.673,36 hektar, tersisa lebih kurang 136.245,94 hektar atau 50,73 persen sudah mempunyai perizinan akses legal perhutanan sosial dan dengan penerima manfaat untuk lebih kurang 33.433 kepala keluarga yang tersebar dikabupaten/kota se Sumsel.
“Pada tahun 2025 ini, Dinas Kehutanan melakukan penilaian kepada kelompok tani hutan sebanyak 272 unit kelompok perhutanan sosial, 36 kelompok tani hutan rakyat dengan total sebanyak 263 kelompok,” katanya.
Dilanjutkannya, adapun penerima penghargaan kelompok tani hutan terbaik tingkat provinsi Sumssl yaitu lembaga pengelolaan hutan Desa Sungsang IV Kecamatan Banyuasin II Kabupaten Banyuasin dengan skor 740 sebagai terbaik III. Dimana inj akan mendapatkan piagam dan uang pembinaan dari Gubernur Sumssl senilai Rp10.000.000.
“Terus ada kelompok tani hutan seunting jaya Desa Pulau Panggung Semende Darat Laut Kabupaten Muara Enim dengan skor 780 sebagai terbaik II. Dan akan mendapatkan piagam serta uang pembinaan dari Gubernur Sumsel senilai Rp15.000.000,” ucapnya.
Masih dilanjutkannya, selain itu juga ada lembaga pengelolaan hutan desa (lphd) Tanjung Agung, Kecamatan Semende Darat Ulu Kabupaten Muara Enim dengan skor 895 sebagai terbaik I. Dan akan mendapatkan piagam serta uang pembinaan dari Gubernur Sumsel senilai Rp25.000.000.
“Pada hari ini jiga kita melaunching Aplikasi ke empat kami, yaitu Sistem Informasi Akses Lahan untuk Masyarakat (SI-ALAM), dan sebelumnya sudah ada tiga aplikasi yang telah berjalan,” imbuhnya.
Masih disampaikannya, ada pun tiga aplikasi yang sudah berjalan yakni Sistem Informasi Perhutanan Sosial (SIHUTSOS), Sistem Informasi Penerimaan Negara Bukan Pajak Kehutanan (SIPUH), Go Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (GoKUPS). SI-ALAM adalah aplikasi yang memberikan informasi lengkap mengenai peluang akses lahan, peta kawasan, status pengajuan dan persyaratan perizinan untuk membantu mempermudah masyarakat dalam penentuan skema dan pengurusan perizinan perhutanan sosial di Sumsel
“Keempat aplikasi ini bukan sekedar teknologi, tapi adalah bagian dari strategi besar pemerintah untuk memberikan akses legal yang adil kepada masyarakat, meningkatkan produktivitas kelompok tani hutan, memperkuat ekonomi desa, dan yang paling penting mengentaskan kemiskinan di wilayah sekitar hutan,” bebernya.
(Anton)













