PALEMBANG. Berita Suara Rakyat.Com
Pelestarian budaya bangsa, khususnya seni pencak silat tradisional, membutuhkan komitmen bersama serta kolaborasi berbagai pihak agar tetap berkembang dan dikenal oleh generasi muda.
Hal tersebut disampaikan anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan, Imam Mustakim, ST, MT, saat menghadiri seminar, atraksi seni pencak silat tradisional, serta pelantikan Pimpinan Provinsi Komite Pencak Silat Tradisi Indonesia (KPSTI) Sumatera Selatan periode 2026–2030 di aula Kampus STIFI Palembang, Minggu (25/10/2026).
Imam Mustakim mengatakan, kegiatan tersebut merupakan salah satu bentuk upaya nyata dalam mengembangkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia, terutama seni bela diri tradisional yang menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa.
Menurutnya, pencak silat tradisional tidak hanya berkaitan dengan kemampuan bela diri, tetapi juga memiliki nilai seni, tradisi, dan identitas budaya yang perlu dijaga keberlangsungannya.
“Ini merupakan salah satu bentuk bagaimana kita mengembangkan budaya Indonesia, khususnya di dunia persilatan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, KPSTI memiliki peran penting dalam mengembangkan keberagaman kebudayaan yang ada di Indonesia melalui seni gerak dan tradisi pencak silat. Karena itu, keberadaan organisasi tersebut diharapkan dapat menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal, mempelajari, sekaligus melestarikan warisan budaya daerah.
Imam juga mendorong KPSTI Sumatera Selatan agar mampu membangun kolaborasi dengan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, lembaga pendidikan, komunitas seni budaya, hingga masyarakat luas.

Menurutnya, sinergi tersebut diperlukan agar kegiatan pelestarian pencak silat tradisional tidak hanya berlangsung dalam kegiatan seremonial, tetapi juga berkembang melalui pembinaan, pertunjukan seni, serta pengenalan budaya kepada generasi muda.
“Masukan saya, KPSTI harus mampu berkolaborasi dengan berbagai unsur agar semakin berkembang. Budaya Palembang harus terus dilestarikan. KPSTI diharapkan menjadi pionir dalam pengembangan seni gerak dan budaya,” tegasnya.
Lebih lanjut, ia berpesan kepada generasi muda agar tidak melupakan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Di tengah perkembangan zaman, generasi muda dinilai perlu memiliki kesadaran untuk menjaga dan meneruskan tradisi yang diwariskan oleh para pendahulu.
Menurut Imam, kecintaan terhadap budaya bangsa dapat diwujudkan melalui keterlibatan aktif dalam berbagai kegiatan seni dan tradisi, termasuk mempelajari pencak silat tradisional.
Ia berharap, pelantikan kepengurusan KPSTI Sumatera Selatan periode 2026–2030 menjadi momentum untuk memperkuat organisasi, memperluas jaringan kerja sama, serta meningkatkan upaya pelestarian seni pencak silat tradisional di Sumatera Selatan.
“Pesan saya kepada generasi muda, apa pun latar belakang Anda, ingatlah bahwa Indonesia kaya akan budaya. Selamat bergabung di KPSTI dan mari bersama-sama menjaga serta melestarikan kebudayaan bangsa,” pesannya.
Melalui kepengurusan baru ini, KPSTI Sumatera Selatan diharapkan semakin berperan dalam menjaga eksistensi pencak silat tradisional sekaligus memperkenalkan kekayaan seni budaya Palembang kepada masyarakat yang lebih luas.
(Yanti)

















