PALEMBANG. Berita Suara Rakyat. Com
Motor Besar Club (MBC) Palembang Chapter memasuki babak baru setelah Tri Martono resmi dipercaya menjadi ketua untuk periode 2026–2029.
Pelantikan kepengurusan berlangsung dalam suasana penuh keakraban di Pempek Tince, Palembang, Jumat (28/8/2026). Momentum tersebut sekaligus menjadi awal bagi Tri untuk membawa MBC Palembang Chapter dengan semangat kebersamaan dan citra positif di tengah masyarakat.
Pelantikan itu turut dihadiri pembina senior Augeh Bunyamin, perwakilan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Muhammad Fariz Dwi Saputra atau Fariz Montesz, serta puluhan anggota MBC Palembang Chapter.
Dalam sambutannya, Tri menegaskan bahwa posisi sebagai ketua bukanlah soal senioritas maupun kemampuan mengendarai motor besar. Menurutnya, kepemimpinan di dalam komunitas justru merupakan amanah untuk menjaga nama baik organisasi, keselamatan anggota, sekaligus mempertahankan rasa persaudaraan.
“Jabatan ini bukan tentang siapa yang paling kencang atau paling senior. Ini tentang tanggung jawab menjaga nama baik klub, keselamatan kita di jalan, dan kekompakan bersama,” ujar Tri.
Untuk menjalankan kepengurusannya hingga 2029, Tri menetapkan tiga fokus utama yang akan menjadi fondasi MBC Palembang Chapter.
Solid
Pilar pertama adalah memperkuat solidaritas antaranggota. Tri ingin MBC Palembang Chapter tidak hanya menjadi wadah bagi para penghobi motor besar, tetapi juga menjadi komunitas yang memiliki ikatan kekeluargaan kuat.
Kekompakan dinilai menjadi modal penting agar organisasi tetap solid dan mampu menghadapi berbagai tantangan tanpa kehilangan semangat persaudaraan.
Safety
Keselamatan berkendara juga menjadi perhatian utama kepengurusan baru.
Tri ingin anggota MBC Palembang Chapter dapat menjadi contoh bagi pengguna jalan lainnya dengan mengedepankan tertib berlalu lintas, mematuhi aturan, serta menghindari perilaku berkendara yang dapat membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
Langkah tersebut sekaligus menjadi upaya untuk menghilangkan anggapan negatif terhadap komunitas motor besar yang selama ini kerap dikaitkan dengan perilaku ugal-ugalan di jalan raya.
Sosial
Selain membangun kekompakan dan mengedepankan keselamatan, MBC Palembang Chapter juga akan memperkuat kegiatan sosial.
Tri mendorong agar keberadaan komunitas tidak hanya terlihat dari aktivitas berkendara, tetapi juga memberikan manfaat secara langsung bagi masyarakat melalui kegiatan sosial dan bakti kemasyarakatan.
Ia berharap ketiga komitmen tersebut dapat dijalankan bersama oleh seluruh anggota selama masa kepengurusannya.
Menurut Tri, membesarkan nama MBC tidak cukup hanya dengan menunjukkan eksistensi di jalan. Reputasi komunitas harus dibangun melalui perilaku dan kontribusi nyata.
“Mari kita besarkan nama klub bersama-sama, bukan dengan suara knalpot, tapi dengan sikap dan aksi nyata,” pungkasnya.
(Yanti)
















