Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Ketua Persatuan Sambo Indonesia (PERSABI) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dan Ketua PERSABI Kota Palembang menghadiri serta mengikuti kegiatan pembukaan Kejuaraan Beladiri Sambo dan Blind Sambo Open Gubernur Cup Sumsel tahun 2026 bertempat di Atrium Palembang Square (PS) Mall Palembang.
Turut hadir didalam kegiatan ini Ketua PERSABI Sumsel, Ketua PERSABI Kota Palembang, Perwakilan dari Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Sumsel, Perwakilan dari Komite Olahraga Nasional Indonesia, Perwakilan Pengurus FORKI Provinsi Sumsel Perwakilan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP) Provinsi Sumsel, dan undangan lainnya.
Dikatakan Ketua PERSABI Sumsel Ir. Muhamad Ridho, S.T., M.Si, saya ucapkan selamat datang kepada seluruh kontingen yang kali ini ada dua ratus kurang lebih dari seluruh Indonesia yang diikuti sampai dengan usia senior.
Mudah-mudahan nanti event ini akan menampilkan kader-kader yang terbaik, bakat-bakat yang terbaik yang dapat mewakili provinsi Sumsel untuk di Indonesia.
Kejuaraan ini yakni Kejuaraan Sambo Open Turnamen Cup Gubernur yang pertama, dan alhamdulillah diikuti oleh banyaknya peserta se Indonesia. Dimana untuk pesertanya sendiri kurang lebih 250 peserta, dari sekitar 12 sampai 15 kejuaraan,” ujarnya.
Kemudian, untuk kategori pertandingan kalau di Sambo ini ada dua jenis, yakni sport dan combed. Jadi seluruh peserta mengikuti dua kategori ini dari usia Kaden sampai dengan usia senior.
Untuk juniornya sendiri ada yang termuda yakni 10 tahun, dan yang senior ada dua puluhan tahun lebih. Kegiatan ini pertama kali kita selenggarakan tujuannya untuk mewadahi serta mencari bakat bibit usia dini.
“Ini juga sebagai ajang silaturahmi para praktisi bela diri, sekaligus memasyarakatkan Sambo di seluruh Indonesia. Alhamdulillah ini merupakan ajang turnamen pertama di Sumsel khususnya di kota Palembang,” ungkap.
Menurut Ketua PERSABI Kota Palembang, Aliyuddin Asral, S.Pd., M.Si., M.Pd, kami dari Sambo kota Palembang atau PERSAMBI itu kami baru dilantik, akan kami sudah memikirkan memprogramkan bahwa Sambo kita akan sosialisasikan.
Termasuk Sambo juga karena saya selaku kepala sekolah olahraga juga, maka di tahun 2027/2028 Sambo sudah masuk di Sekolah Olahraga Negeri Sriwijaya (SONS) Palembang Provinsi Sumsel.
“Perhelatan ini kemudian sambil menunggu perkembangan Sambo, dan kami diamanahkan oleh pemerintah dalam hal ini Dispora Sumsel bahwa cabang olahraga (cabor) Sambo akan masuk pada atlet binaan Sons di tahun pelajaran yang akan datang,” katanya.
Dilanjutkannya, Sambo ini lebih mirip-mirip pada Judo, ada gulatnya, ini kita sosialisasikan, untuk matras atau tempat tandingnya itu mirip-mirip pada Judo yakni ketebalannya seperti itu.
Sebenarnya kita mencoba dari usia dini pembibitan namanya, tapi kalau di SONS kami ambil dari usai 15 tahun ke atas. Karena ini akan menjadi semacam persiapan, yakni ada persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), dan juga persiapan untuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Untuk itu pada perhelatan yang sekarang, kita juga sangat selektif untuk melihat apakah ada atlet kita yang bisa kita bina untuk atlet SONS untuk kedepannya,” ucapnya.
Masih dilanjutkannya, kita harapkan bahwa Dispora tetap konsisten dalam hal membina cabor khususnya untuk Sambo. Untuk dari KONI, kami sudah meminta bahwa sekiranya KONI Provinsi Sumsel bisa memasukkan cabor Sambo ini di Porprov di tahun depan yang di kota Lubuk Linggau kami harapkan demikian.
“Kami merencanakan di bulan Januari atau Februari 2027 kita akan melaksanakan Open Turnamen Sambo se Sumsel. Harapannya kita akan mendapatkan bibit-bibit baru yang akan kita ararhkan ke SONS Palembang,” imbuhnya.
(Anton)

















