Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Pengelolaan pergudangan yang tertib, akurat, transparan, dan sesuai standar merupakan salah satu aspek strategis dalam mendukung kelancaran operasional perusahaan. Sejalan dengan hal tersebut, PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju atau Kilang Plaju terus memperkuat tata kelola pergudangan melalui penerapan prinsip akurasi data, kepatuhan terhadap prosedur, serta penguatan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE) dalam setiap tahapan pengelolaan material. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memastikan ketersediaan material yang andal, menjaga integritas aset, serta mewujudkan operasional kilang yang aman, efektif, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan kegiatan Management Walkthrough (MWT) and Warehouse Competition pada 2–3 November 2026 di lingkungan Kilang Plaju. Kegiatan ini merupakan bagian dari langkah strategis perusahaan dalam memperkuat tata kelola dan standardisasi pengelolaan pergudangan, sekaligus memastikan seluruh proses penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan, hingga pengeluaran material dilaksanakan secara tertib, akurat, aman, dan sesuai dengan prosedur serta ketentuan yang berlaku. Melalui kegiatan ini, perusahaan juga mendorong peningkatan kepatuhan operasional, efektivitas pengelolaan persediaan, serta penerapan budaya HSSE secara konsisten di seluruh area pergudangan.
Melalui kegiatan Management Walkthrough, manajemen melakukan peninjauan langsung terhadap tiga area pergudangan, yaitu Gudang 4 WH 3 Plaju, Gudang C9 WH 2 Plaju, dan Gudang S1 WH 1 Sungai Gerong. Peninjauan mencakup kondisi dan tata kelola pergudangan, fasilitas pendukung, kesiapan operasional, penerapan standar kebersihan dan kerapian area kerja, penataan material, serta implementasi aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE). Hasil peninjauan menunjukkan bahwa para pekerja telah menggunakan alat pelindung diri (APD) secara lengkap sesuai dengan peruntukannya. Selain itu, pemeriksaan dan pemeliharaan peralatan angkat dan angkut didukung melalui program Long-Term Service Agreement (LTSA) Alat Berat. Penerapan Good Housekeeping (GHK) juga dilaksanakan secara konsisten untuk menjaga kebersihan, kerapian, dan keselamatan lingkungan kerja.
Capaian tersebut mencerminkan komitmen pekerja dan manajemen dalam menerapkan standar keselamatan kerja sekaligus mendukung keandalan aktivitas pergudangan. Peninjauan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi potensi risiko, memastikan kepatuhan terhadap prosedur, serta mendorong tindak lanjut perbaikan secara berkelanjutan.
Manager Resale Commodities Pertamina Patra Niaga, Adhis Mahaswi Dewi, menyampaikan bahwa pengelolaan pergudangan memiliki peran strategis dalam mendukung efektivitas proses bisnis dan kelancaran operasional perusahaan. Penerapan tata kelola pergudangan yang baik, didukung kepatuhan terhadap standar dan prosedur yang berlaku, merupakan fondasi penting dalam menjaga akurasi, kualitas, serta keandalan pengelolaan material perusahaan.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh pekerja, penguatan fungsi pengawasan, serta penerapan budaya Health, Safety, Security & Environment (HSSE) secara konsisten dalam setiap aktivitas pergudangan. Melalui kegiatan Management Walkthrough & Warehouse Competition, perusahaan mendorong tumbuhnya kesadaran dan tanggung jawab bersama untuk meningkatkan standar pengelolaan gudang, memperkuat kepatuhan, serta mewujudkan lingkungan kerja yang aman, tertib, produktif, dan berkelanjutan.
“Pengelolaan pergudangan tidak hanya berkaitan dengan aktivitas penyimpanan material, tetapi juga mencerminkan kualitas tata kelola dan kedisiplinan operasional perusahaan. Oleh karena itu, diperlukan komitmen bersama untuk memastikan setiap proses berjalan sesuai standar, didukung pengawasan yang efektif, serta mengedepankan aspek keselamatan. Dengan demikian, pengelolaan material dapat memberikan nilai tambah bagi perusahaan sekaligus mendukung keandalan operasional kilang,” ujar Adhis.
Sementara itu, Manager Procurement RU Plaju, Alfi, menyampaikan bahwa kegiatan Management Walkthrough & Warehouse Competition menjadi momentum penting bagi Kilang Plaju untuk memperkuat tata kelola pergudangan sekaligus mendorong peningkatan kualitas pengelolaan material secara berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, seluruh fungsi terkait diharapkan semakin meningkatkan disiplin dalam penerapan standar operasional, kepatuhan terhadap prosedur, serta penguatan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE) dalam setiap aktivitas pergudangan.
“Bagi Kilang Plaju, pengelolaan pergudangan yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran operasional kilang. Kami terus mendorong seluruh pekerja dan mitra kerja untuk mengedepankan prinsip akurasi, kepatuhan, dan keselamatan, mulai dari proses penerimaan, penyimpanan, pemeliharaan hingga pengeluaran material. Melalui pengawasan yang konsisten dan keterlibatan aktif seluruh personel, kami berharap tercipta pengelolaan gudang yang semakin tertib, andal, efektif, dan sesuai dengan standar perusahaan,” jelas Alfi.
Selain kegiatan peninjauan, rangkaian acara juga diisi dengan Warehouse Competition yang bertujuan mendorong peningkatan kualitas pengelolaan pergudangan melalui penerapan prinsip akurasi, kepatuhan terhadap prosedur, serta konsistensi dalam penerapan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (HSSE). Kegiatan ini menjadi wadah bagi setiap tim gudang untuk menunjukkan kinerja, inovasi, serta komitmen dalam menerapkan standar pengelolaan pergudangan yang tertib, aman, dan andal. Melalui kompetisi ini, diharapkan tumbuh semangat evaluasi dan perbaikan berkelanjutan di seluruh area pergudangan.
Dalam pelaksanaannya, penilaian Warehouse Competition mencakup aspek pengelolaan gudang, kelayakan fasilitas, serta kesiapan dan kelayakan operasional alat angkat dan angkut. Secara keseluruhan, hasil evaluasi menunjukkan bahwa pengelolaan gudang, kondisi fasilitas, serta kelayakan operasional alat angkat dan angkut telah memenuhi prosedur dan ketentuan yang berlaku. Penilaian juga mencakup simulasi waktu pelayanan permintaan material (material request), mulai dari proses pencarian dan pengambilan hingga material diterima oleh pengguna (user). Berdasarkan simulasi tersebut, waktu tercepat yang berhasil dicapai adalah 3,9 menit. Capaian ini didukung oleh penerapan housekeeping yang baik serta konsistensi implementasi aspek HSSE di seluruh area pergudangan.
Kilang Plaju senantiasa berkomitmen memperkuat tata kelola perusahaan dengan mengedepankan profesionalisme, integritas, kepatuhan, dan budaya keselamatan kerja. Komitmen tersebut diwujudkan melalui peningkatan kualitas pengelolaan material dan pergudangan guna mendukung keandalan operasional kilang serta keberlanjutan bisnis perusahaan.
(Yanti)


















