Sekda Sumsel Hadiri HKN Ke 60 Tahun 2024, Berikut Beberapa Hal Ditekankan Untuk Dinkes Sumsel

 

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com

 

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Penjabat Gubernur Sumsel Elen Setiadi, S.H., MSE diwakili oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra, M.H dengan didampingi Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel dr H Trisnawarman, M.Kes., SpKKLP., Supsp.,  FORMC menghadiri acara peringatan Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke 80 Tahun 2024.

 

Adapun tema yang diambil dalam peringatan HKN yakni “Gerak Bersama Sehat Bersama” yang dilaksanakan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumsel. Adapun kegiatan ini sendiri diselenggarakan di Griya Agung Palembang, Rabu (4/12/2024).

 

Dikatakan Sekda Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra, M.H, keberhasilan lndonesia kembali masuk ke dalam kelompok upper middle-income country setelah terpuruk di era Covid-19, menjadi bukti bahwa bangsa kita adalah bangsa pejuang.

 

Tentu, kita tidak boleh begitu saja berbangga dan lalai dan terus menantang diri menjadi lebih baik.

Periode bonus demografi yang tengah Bangsa lndonesia hadapi, terjadi hanya satu kali dalam peradaban sebuah negara.

 

“Kita harus bisa memanfaatkan peluang ini sebagai momentum lndonesia lolos menjadi negara berpendapatan tinggi, serta mencapai visi lndonesia Emas 2045,” ujarnya.

 

Kemudian, dan untuk mencapai ini, dimulai tahun 2025 pertumbuhan ekonomi harus berada dikisaran 6 persen hingga 7 persen, secara berkelanjutan. Target  Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) di tahun 2045 yang meliputi pendapatan per kapita setara negara maju, kemiskinan menuju 0 persen dan ketimpangan berkurang.

 

Selain itu juga, kepemimpinan dan pengaruh dunia internasional meningkat, daya saing sumber daya manusia (SDM) meningkat, dan  intensitas Gas Rumah Kaca (GRK) menurun menuju Net Zero Emissions (nol emisi GRK), kesemuanya menjadi arah fokus kita bersama, bukan hanya bidang kesehatan tapi juga sektor lain.

 

“Syarat utama kita bisa mencapai target di 2045, tepat 100 tahun usia bangsa kita, adalah manusia lndonesia yang sehat dan cerdas. Hal ini tidak akan bisa tercapai tanpa gandeng tangan dari semua pemangku kepentingan,” ungkapnya.

 

Dilanjutkannya, karenanya tema HKN  ke 60 tahun 2024 yaitu “Gerak Bersama, Sehat Bersama”, mutlak harus menjadi semangat kita semua.

Transformasi kesehatan adalah tonggak penting dalam sejarah perjalanan bangsa lndonesia menuju bangsa yang maju.

 

Langkah perubahan yang sudah kita lakukan sejauh ini, menjadi dasar kuat percepatan program kesehatan ke depan. Sebagai program prioritas Kabinet Merah Putih, Presiden Republik Indonesia (RI) memberi penekanan di 3 (tiga) area program kesehatan, yaitu pemeriksaan kesehatan gratis, penurunan kasus TBC, dan pembangunan Rumah Sakit (RS) lengkap berkualitas di daerah terpencil dan tertinggal.

 

“Pada kesempatan ini, saya berpesan kepada seluruh jajaran kesehatan untuk berkontribusi maksimal terhadap kesuksesan pencapaian program pemerintah-pemerintah tersebut. Tujuan pembangunan kesehatan adalah bagaimana menciptakan masyarakat Indonesia dan masyarakat Sumsel khususnya, agar mencapai suatu kondisi yang sehat, dimana tidak hanya sehat fisik (terbebas dari penyakit) tetapi juga sehat mental, sehat sosial sehingga dapat hidup produktif dan ekonomis,” katanya.

 

Masih dilanjutkannya, sejalan dengan itu untuk mempercepat pencapaian tujuan pembangunan kesehatan tersebut Pemerintah Pusat dalam hal ini Kementerian Kesehatan RI dengan sinergi yang kuat dan kolaborasi yang erat dengan Pemprov, Pemerintah Kabupaten/Kota dan seluruh elemen masyarakat. untuk melaksanakan enam pilar transformasi kesehatan.

 

Enam pilar transformasi kesehatan tersebut yaitu Pilar Pertama, transformasi layanan primer, dari fokus mengobati, menjadi mencegah.

Pilar kedua, transformasi layanan rujukan, dari akses layanan kesehatan yang susah, menjadi mudah. Pilar ketiga, transformasi sistem ketahanan kesehatan, dari industri kesehatan yang bergantung ke luar negeri, menjadi mandiri di dalam negeri.

 

“Berikutnya, dari sistem kesehatan yang rentan di masa wabah, menjadi tangguh. Pilar keempat, transformasi pembiayaan kesehatan, dari pembiayaan yang tidak efisien, menjadi transparant dan efektif. Pilar kelima, transformasi SDM Kesehatan, dari tenaga kesehatan yang kurang, menjadi cukup dan merata,” ucapnya.(Anton)

 

Pos terkait