Semangat Kemerdekaan Dari Bumi Sriwijaya, Perwira Kilang Plaju Gelorakan Upacara HUT ke-81 RI

Plaju. Berita Suara Rakyat. Com
Semangat kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia meneguhkan komitmen pekerja PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit (RU) Plaju untuk terus bergerak dan bekerja keras menghadirkan energi terbaik guna menjaga kedaulatan, keadilan, dan kemakmuran bangsa.
Senin pagi (17/8/2026) di Lapangan Aneka Komperta Plaju, Upacara Peringatan HUT ke-81 RI berlangsung khidmat dengan diikuti oleh jajaran manajemen, pekerja, mitra kerja, dan siswa sekolah di lingkungan Kilang Plaju. Momentum ini menegaskan tekad bersama dalam menjaga ketahanan energi nasional, memperkuat persatuan, serta menggerakkan ekonomi rakyat demi menuju Indonesia yang lebih mandiri.
Executive General Manager PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, bertindak sebagai Pembina Upacara yang diikuti oleh jajaran pekerja muda dalam pembacaan Naskah Proklamasi, Pembukaan UUD 1945, serta doa, disempurnakan dengan pengibaran Bendera Merah Putih oleh beberapa pekerja.
​Dengan mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, Pertamina turut menggelorakan semangat kemerdekaan melalui tema korporasi “Energi Merah Putih, Indonesia Makmur”. Tema ini menjadi keyakinan mendalam bahwa kemerdekaan tidak berhenti pada Proklamasi 1945, melainkan harus terus diberi energi melalui kerja keras pekerja Pertamina.
​Dalam amanatnya, Khanafie membacakan Pesan Kemerdekaan Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri, yang menegaskan tiga makna utama kemerdekaan energi: Kedaulatan, Keadilan, dan Kemakmuran.
​”Kedaulatan adalah kemampuan bangsa menentukan masa depannya dengan kekuatan sendiri. Bagi Pertamina, menjaga ketahanan energi adalah menjaga kemerdekaan Indonesia,” ujar Khanafie menyampaikan amanat Dirut.
​Selain kedaulatan, aspek keadilan energi ditegaskan melalui keberlanjutan program BBM Satu Harga agar seluruh masyarakat mendapat akses energi yang setara. Sementara dalam aspek kemakmuran, Pertamina terus memelopori perubahan geografi energi melalui transisi energi bersih seperti program biodiesel B50, bioetanol, pemanfaatan minyak jelantah, hingga Sustainable Aviation Fuel (SAF).
​Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, keluarga besar Kilang Plaju juga memanjatkan doa bersama serta memelihara empati dan solidaritas bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).
​Sebagai salah satu kilang pengolahan strategis nasional yang berdiri sejak 1904, Kilang Plaju dengan kapasitas pengolahan 120 ribu barel per hari terus berkomitmen mendukung cita-cita kemandirian energi tersebut.
​”Energi terbesar Pertamina adalah pekerjanya. Selama semangat itu hidup di dalam hati setiap pekerja Pertamina, kita akan terus menyalakan harapan, menggerakkan pembangunan, dan menjaga Merah Putih tetap berkibar dengan penuh kehormatan,” tutupnya.
Di akhir upacara, siswa dari SMA Patra Mandiri 2 Palembang dan TK Patra Mandiri turut memeriahkan dan memancing perhatian peserta upacara dengan penampilan paduan suara dan marching band yang meriah.
(Yanti)

Pos terkait