Semarak HUT RI di Sako, Warga Buktikan Kemerdekaan Bukan Sekadar Seremoni

PALEMBANG. Berita Suara Rakyat. Com

Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kelurahan Sako, Kecamatan Sako, Palembang, tak berhenti pada kemeriahan lomba dan pembagian hadiah. Di balik jalan santai, lomba anak-anak, gaple hingga panjat pinang, warga RT 010/RW 011 membawa pesan yang lebih jauh: kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari.

 

Rangkaian kegiatan yang berlangsung sekitar delapan hari itu mencapai puncaknya pada Senin malam, 17 Agustus 2026, dengan pengumuman pemenang dan pembagian hadiah. Antusiasme warga terlihat sejak kegiatan pembuka berupa jalan santai yang diikuti sekitar 300 peserta.

Setelah itu, berbagai perlombaan digelar secara bergantian. Anak-anak mengikuti permainan seperti memasukkan air, lomba kelereng dan balon. Kaum ibu turut ambil bagian dalam sejumlah perlombaan, sementara bapak-bapak meramaikan lomba gaple dan panjat pinang.

 

Kegiatan juga menyentuh sisi keagamaan. Di masjid setempat digelar lomba tahfiz Al-Qur’an dan nasyid keluarga.

Namun, bagi Ketua RW 011 Kelurahan Sako, Andre Macan, kemeriahan tersebut bukan tujuan akhir.

Ia menilai peringatan kemerdekaan harus menjadi ruang bagi masyarakat untuk kembali mengingat perjuangan para pahlawan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap persoalan yang masih dihadapi warga.

 

“Makna kemerdekaan ini bukan hanya seremonial. Ini menjadi refleksi agar kita memahami pengorbanan dan perjuangan para pahlawan yang telah merebut kemerdekaan,” ujar Andre.

Menurutnya, semangat kemerdekaan juga harus tercermin dari kemampuan masyarakat mendapatkan pekerjaan layak, akses pendidikan dan kesempatan meningkatkan perekonomian.

“Kalau bicara kemerdekaan, masyarakat seharusnya benar-benar merasakan kemerdekaan dalam kehidupan, pekerjaan dan ekonomi. Masih ada masyarakat yang belum mendapatkan pekerjaan yang layak. Harapannya negara benar-benar memberikan ruang dan perhatian kepada masyarakat lapisan bawah,” katanya.

Anggota DPRD Kota Palembang, Peby Anggi Pratama, SH., M.Kn., melihat kegiatan tersebut dari sisi lain. Menurutnya, kekompakan warga menjadi modal sosial yang jauh lebih penting dibandingkan besar kecilnya acara.

 

Ia mengapresiasi kerja sama antara panitia, RT, RW dan masyarakat sehingga seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan semarak.

 

“Saya sangat senang dan antusias melihat warga di sini. Kekompakan seperti ini harus terus dijaga. Tidak harus membuat kegiatan yang besar, tetapi yang penting rutin,” ujarnya.

 

Peby juga menilai kegiatan kemerdekaan memiliki fungsi pendidikan bagi anak-anak. Mereka tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga belajar mengenai nasionalisme, patriotisme, sportivitas dan gotong royong.

“Harapannya kegiatan seperti ini terus rutin, semakin baik dan ditingkatkan sehingga anak-anak kita bisa merasakan banyak manfaat. Kemerdekaan bukan hanya kegiatan pemerintah, tetapi bagaimana kita menumbuhkan jiwa nasionalisme dan gotong royong,” katanya.

 

Hal senada disampaikan Kasi Trantib Kelurahan Sako, Wiriyadi, S.Pd., M.Si., yang hadir mewakili Kecamatan Sako.

 

Ia menyebut perlombaan menjadi media sederhana untuk menanamkan semangat kompetisi sehat dan pantang menyerah.

“Perjuangan kita sekarang bukan lagi secara fisik menghadapi penjajah. Semangat dalam perlombaan ini menjadi bagian untuk menumbuhkan kompetisi secara sportif dan semangat pantang menyerah,” jelasnya.

 

Ketua panitia, Ustad Budiman, S.H., mengatakan seluruh kegiatan terlaksana berkat dukungan masyarakat RT 10. Menurutnya, persaudaraan dan persatuan warga menjadi tujuan utama dari seluruh rangkaian perayaan.

 

“Persaudaraan dan persatuan masyarakat RT 10 menjadi tujuan utama kegiatan ini. Dukungan warga luar biasa, sehingga seluruh rangkaian acara bisa terlaksana dengan baik,” ungkapnya.

Ketua RT 10/RW 011, Nora Melinda, S.H., M.H., menambahkan, jalan santai dan panjat pinang tetap menjadi magnet utama yang setiap tahun mampu mengumpulkan warga dalam jumlah besar.

Rangkaian kegiatan dimulai dari jalan santai, dilanjutkan lomba gaple, permainan anak-anak, perlombaan ibu-ibu hingga panjat pinang sebelum ditutup dengan pembagian hadiah pada malam puncak.

Nora berharap semangat yang terbangun selama perayaan tidak ikut berakhir ketika lomba selesai.

“Harapannya ke depan warga semakin kompak, semakin bersatu dan lebih bersemangat setiap tahun dalam menyambut Hari Kemerdekaan,” pungkasnya.

Perayaan HUT RI di lingkungan RT 010/RW 011 Kelurahan Sako akhirnya bukan sekadar cerita tentang siapa yang menjadi juara. Lebih dari itu, delapan hari kegiatan tersebut menjadi gambaran bagaimana kemerdekaan dirayakan dari lingkungan paling dekat dengan masyarakat: melalui kebersamaan, gotong royong dan kepedulian antarwarga.

 

(Yanti/rilis)

Pos terkait