Plaju. Berita Suara Rakyat. Com
Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan efisiensi energi sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan operasi dan mendukung ketahanan energi nasional. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Focus Group Discussion (FGD) Idea Generation Upaya Penurunan Energy Intensity Index (EII) yang menjadi wadah untuk menghimpun gagasan inovatif dalam mengoptimalkan konsumsi energi di lingkungan kilang.
Melalui forum ini, berbagai peluang efisiensi dibahas secara komprehensif untuk mendukung penurunan Energy Intensity Index (EII). Upaya tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan efektivitas operasional dan menekan konsumsi energi, tetapi juga menjadi bagian dari strategi perusahaan dalam membangun operasi kilang yang semakin berkelanjutan.
Executive General Manager Kilang Plaju, Khabibullah Khanafie, menegaskan bahwa keberhasilan penurunan EII membutuhkan kolaborasi dan kontribusi seluruh Perwira Pertamina.
“Penurunan EII bukan sekadar angka di atas kertas, melainkan wujud nyata komitmen kita terhadap operasi kilang yang tangguh, efisien, dan berwawasan lingkungan. Forum ini menjadi wadah untuk melahirkan gagasan besar bagi kemajuan perusahaan,” ujarnya.
Manager OPI Kilang Plaju, Felix Viceroy Chandrasyah, menjelaskan bahwa FGD ini dirancang untuk membangun pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai berbagai peluang optimasi energi sekaligus mendorong lahirnya inovasi dari para pekerja.
“Melalui diskusi yang interaktif, para pekerja diajak mengidentifikasi berbagai potensi penghematan energi sehingga mampu melahirkan inisiatif yang dapat diimplementasikan untuk meningkatkan efisiensi operasional kilang ke depan,” jelas Felix.
Sementara itu, Manager Engineering & Development Kilang Plaju, Edwin Nugroho, memaparkan bahwa berdasarkan roadmap perusahaan, Kilang Plaju menargetkan penurunan EII sebesar 31 persen pada tahun 2036 melalui implementasi berbagai program optimasi secara bertahap.
“Target tersebut akan dicapai melalui serangkaian program optimasi peralatan, modifikasi sistem, serta evaluasi menyeluruh terhadap kondisi eksisting kilang sehingga setiap inisiatif yang dijalankan memberikan dampak nyata terhadap efisiensi energi,” ungkap Edwin.
Untuk memperkaya perspektif, FGD turut menghadirkan sesi sharing success story dari Kilang Balongan. Section Head ECLC RU Balongan, Indra Cahyadi, membagikan pengalaman dalam merancang dan mengimplementasikan program efisiensi energi yang berhasil meningkatkan efisiensi sekaligus mendukung keandalan produksi.
“Pengalaman yang kami bagikan diharapkan dapat menjadi referensi bagi Kilang Plaju dalam menyusun strategi penurunan EII yang efektif dan berkelanjutan,” ujar Indra.
Diskusi juga diperkuat dengan kehadiran Guru Besar Fakultas Teknik Universitas Diponegoro, Prof. Dr. Ir. Purwanto, DEA, yang memandu sesi brainstorming untuk mengidentifikasi berbagai peluang peningkatan efisiensi, mulai dari optimalisasi sistem kelistrikan, pengurangan potensi kebocoran energi, hingga penyempurnaan sistem pembakaran (burner) yang dapat diterapkan sesuai kebutuhan operasional Kilang Plaju.
“Melalui brainstorming ini, kita memetakan berbagai inisiatif yang realistis dan berpotensi memberikan dampak nyata terhadap peningkatan efisiensi energi di Kilang Plaju,” papar Purwanto.
Melalui kolaborasi lintas fungsi, serta dukungan akademisi, Kilang Plaju optimistis berbagai inisiatif yang dihasilkan dapat diimplementasikan secara bertahap untuk menurunkan Energy Intensity Index. Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mewujudkan operasi yang semakin efisien, andal, dan berkelanjutan, sekaligus memastikan pasokan energi bagi masyarakat tetap terjaga secara aman dan berkesinambungan.
(Yanti)
















