Halal Bi Halal Tahun 2024 Sekaligus Peringatan Hari Jadi Provinsi Ke 78, Ada Beberapa Hal Disampaikan Terkait Kegiatan Ini

 

Palembang. Berita Suara Rakyat. Com

Pemerintah provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) dalam hal ini Penjabat Gubernur Sumsel Dr Drs H A Fathoni, M.Si., GRCE menghadiri undangan Tabligh Akbar dan Halal Bi Halal Tahun 2024 sekaligus dalam rangka peringatan Hari Jadi Provinsi Sumsel ke 78 Tahun 2024 yang diselenggarakan oleh Biro Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Sumsel bertempat di Griya Agung Palembang, Jumat (18/4/2024).

 

Turut hadir didalam kegiatan ini Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumsel Ir S A Supriono, Asisten I Bidang Pemerintah dan Kesra Setda Provinsi Sumsel Drs H Edward Candra, M.H, Asisten III Bidang Administrasi dan Umum Setda Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Sumsel, Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan, dan Holtikultura Provinsi Sumsel, dan undangan lainnya.

 

Penjabat Gubernur Sumsel Dr Drs H A Fathoni, M.Si., GRCE dalam sambutannya mengatakan dengan kegiatan ini kita harapkan bisa meningkatkan ketaqwaan dan keimanan kita kepada Allah SWT.

 

Pemprov Sumsel tahun ini yakni tahun 2024 berusia 78 tahun, berbagai rangkaian kegiatan sudah kita laksanakan mulai dari kegiatan sosial, kegiatan pembangunan, kegiatan keagamaan serta kegiatan lainnya.

 

“Dimana kita lakukan bersama-sama dalam rangka memperingati hari jadi ke 78 tahun pemprov Sumsel dan juga sekaligus sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

 

Kemudian, di hari yang baik ini masih dalam suasana Hari Raya Idul Fitri 1445/2024 Masehi,  saya atas nama pribadi, atas nama keluarga, serta atas nama pemprov Sumsel mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijriyah/2024 mohon maaf lahir dan batin.

 

Satu bulan penuh kita telah melewati puasa di bulan suci Ramadhan banyak sekali hikmah yang  kita bisa peroleh dari perjalanan bulan suci ramadhan tersebut.

“Untuk bisa menjalankan tugas dan kewajiban kita untuk menjadi lebih baik lagi, dan hari ini kita bersilaturahmi dan ini juga bisa menguatkan persatuan dan kesatuan diantara kita,” ungkapnya.

 

Dilanjutkannya, alhamdulillah ini peserta tabligh akbar dan halal bi halal ini bukan hanya disini saja tapi ada juga yang berada diluar sangat banyak sekali dikarenakan ruangan kita yang terbatas. Ada yang dibelakang, ada yang menyaksikan lewat televisi yang kita siapkan di sini.

 

Inilah bentuk antusiasme kita untuk terus bisa bersilaturahmi, mengaji dan menimbah ilmu, jadi kita bersyukur kita hari ini bisa bersama-sama berkumpul ditempat ini.

 

“Mudah-mudahan ini semua bisa menggugah keimanan serta kebanggaan kita menjadi lebih baik lagi, mengingatkan kita untuk terus memberikan motivasi agar kita berbuat kebaikan dan berbuat kebajikan terus menerus setiap hari,” katanya.

 

Menurut Penceramah dari Jakarta DR K.H Ustad Wijayanto dalam tausiyahnya mengatakan, di berikan keberkahan dan kemanfaatan hidupnya di dunia sampai diakhirat. Apalagi kita ada amalan syurga dunia silaturahmi ini, sampai-sampai Allah SWT menghargai duduk seperti ini.

 

Masya Allah dihargai oleh Allah SWT melebihi daripada orang yang sholat Sunnah 1000 rakaat, kalah dengan orang-orang yang duduk di majelis dzikir, majelis ilmu, majelis silaturahim seperti ini.

 

“Padahal mungkin setahun ini sholat Sunnah kita belum sampai 1000 rakaat. Masya Allah mudah-mudahan yang hadir ini diberkahi oleh Allah SWT dunia dan akhirat,” ucapnya.

 

Masih dilanjutkannya, pertama saya ucapkan sangat luar biasa bahwa kita dalam hal ini pemprov Sumsel telah mengadakan halal bi halal, bersama dengan lainnya yang dipusatkan di Griya Agung Palembang.

 

Di mana disini saya hadiri 4 kegiatan sekaligus, yakni tabligh akbar, halal bi halal, silaturahmi, dan HUT provinsi Sumsel ke 78 tahun 2024. Disini saya sampaikan dahulu halal bi halal asli, murni, dan kreasi budaya Indonesia asli.

 

“Di mana halal bi halal ini tidak ada di dalam event di turunkan di mana di negeri Arab tidak mengenal kata halal bi halal, walaupun bahasanya arab, tapi orang arab bingung apa itu halal bi halal,” imbuhnya

 

Masih diungkapkannya, memang bahasanya arab  karena ini adalah kreasi budaya, dimana tiga kali saya di Istana Negara sejak Susilo Bambang Yudhono sudah saya tekankan tolong segera di patenkan, karena kalau tidak dipatenkan saya khawatir halal bi halal diambil oleh orang Malaysia.

 

Karena tidak ada didalam Al-Quran dan hadist tidak ada halal bi halal itu, bahkan orang arab saja tidak tahu, ada pakai halal bi halal di Arab tetapi beda dengan maknanya yang ada di Indonesia.

 

“Maka halal bi halal secara etimologis ada 3, dimana etimologis yang kuat secara sejarah  pertama dari Mangkunegoro 4, disuruh yaitu halal bi halal ini dipakai untuk kumpulkan, para abdi dalem, para punggawa kerajaan, dan seluruh masyarakat di alun-alun Mangkunegoro untuk mengadakan halal bi halal yaitu Sungkeman,” bebernya.

 

Masih disampaikannya, di mana Sungkeman itu ada 2 makna, yang pertama adalah mohon maaf atas kepemimpinan, dan pemimpin kepada rakyat, rakyat kepada pemimpin, ini yang masih langkah sekarang ini, rata-rata yang meminta maaf itu dari bawah ke atas, tapi dari atas ke bawah tidak.

 

Maka sebetulnya kalau di Jawa itu ada ucapannya, jadi ada timbal balik, maka ada ide bagaimana halal bi halal ini di global kan, kalau ini di global kan jadi Ekstern System Internasional selesai antara Israel sama Iran sama Palestina dan sama Amerika sudah selesai halal bi halal mereka bahkan jadilah tidak terjadi perang.

 

“Maka ada 2 aspek halal bi halal, maka kedua kaitannya dengan resolusi dan kaitannya dengan revolusi setelah selesai Bung Karno diusulkan oleh KH Wahid Hasyim, Syech Abdul Husyeh untuk mengadakan resolusi para tokoh politik,” jelasnya.(Anton)

 

Pos terkait