Produk Pengharum Ruangan Eceng Gondok Karya Ankubas Unjuk Gigi di Invirotech 2026

Jakarta. Berita Suara Rakyat. Com

PT Pertamina Patra Niaga Kilang Plaju terus menunjukkan komitmen nyata dalam mendukung penyelamatan iklim dan ekonomi sirkular. Kali ini, produk pengharum ruangan (air freshener block) berbasis pemanfaatan eceng gondok melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Eceng Gondok Research and Creative Center (ERCC) karya kelompok binaan Anak-Anak Kreatif untuk Bangsa (Ankubas) turut memeriahkan ajang pameran teknologi lingkungan terbesar di Indonesia, International Environment Technology and Innovation Expo and Conference (Invirotech 2026).

​Inovasi sirkular tersebut dipresentasikan secara langsung di hadapan para pengunjung di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, pada Kamis (11 Juni 2026). Kehadiran produk inovatif ini sejalan dengan tema nasional Hari Lingkungan Hidup Sedunia yang diusung oleh Kementerian Lingkungan Hidup (LH) tahun ini, yaitu “Saatnya Bekerja untuk Keadilan Iklim”.

​Menteri LH Jumhur Hidayat, saat membuka acara pada Rabu (10/6/2026) menegaskan bahwa Invirotech 2026 bukan sekadar pameran seremonial, melainkan ruang untuk mempertemukan gagasan dengan kebutuhan, teknologi dengan persoalan lapangan, serta inovasi dengan kebijakan. Ia juga berharap ajang ini dapat memperlihatkan bagaimana teknologi dan ekonomi sirkular dapat menjawab persoalan nyata lingkungan hidup, mulai dari pengelolaan sampah, limbah, hingga pemulihan lingkungan.

​Area Manager Communication, Relations & CSR RU III PT Pertamina Patra Niaga, Siti Fauzia menyatakan bahwa kehadiran kelompok Ankubas di Invirotech 2026 merupakan langkah konkret Kilang Plaju dalam mendorong penyelamatan ekosistem air.

​”Produk pengharum ruangan sirkular yang kami pamerkan hari ini adalah bukti nyata bagaimana masalah overpopulasi gulma eceng gondok di perairan Plaju dapat diubah menjadi potensi ekonomi sirkular yang inklusif. Melalui forum ini, kami menjawab tantangan Menteri LH untuk tidak berhenti pada diskusi, melainkan mendorong kerja sama konkret dan implementasi lapangan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sebelum program dijalankan, eceng gondok di kawasan perairan sekitar wilayah operasional Kilang Plaju hanya menjadi limbah organik padat yang mengganggu alur logistik sungai. Kini, melalui pendampingan berkelanjutan dari Kilang Plaju, kelompok Ankubas berhasil mereduksi emisi gas metana dari pembusukan eceng gondok dengan mengolah biomassa tersebut menjadi produk bernilai jual tinggi.

Langkah strategis tersebut mencakup renovasi dan penyediaan fasilitas produksi yang higienis, pengadaan alat pencacah mekanis dan mesin pengering, serta pengurusan izin edar dan sertifikasi resmi dari Kementerian Kesehatan RI guna memperluas jangkauan produk ke pasar ritel modern.

​Melalui keikutsertaan di ajang Invirotech 2026, produk hilir eceng gondok Kilang Plaju diharapkan dapat menginspirasi korporasi dan komunitas lain, sekaligus membuka peluang kemitraan riset dan investasi hijau yang lebih luas demi kelestarian lingkungan serta kesejahteraan sosial ekonomi masyarakat.

(Yanti)

Pos terkait