Reses DPRD Sumsel Dapil I Kota Palembang di RSUD Bari, Penambahan Mobil Jenazah hingga Penanganan Banjir Jadi Aspirasi Utama

oplus_2

Palembang.Berita Suara Rakyat. Com

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) dari Daerah Pemilihan (Dapil) I Kota Palembang menggelar Reses Masa Sidang VI Tahun Anggaran 2026 sebagai bagian dari upaya menyerap aspirasi masyarakat secara langsung.

Reses Dapil I meliputi wilayah Kecamatan Bukit Kecil, Ilir Barat I, Ilir Barat II, Gandus, Jakabaring, Plaju, Seberang Ulu I, Seberang Ulu II, dan Kertapati. Pada Selasa (7/7/2026), kegiatan reses dipusatkan di RSUD Palembang BARI.

Kegiatan dipimpin Koordinator Dapil I, Chairul S. Matdiah, S.H., M.H. dari Fraksi Partai Demokrat, didampingi anggota DPRD Sumsel lainnya, yakni Aryuda Perdana Kusuma, S.Sos. (Fraksi Golkar), Firmansyah Hakim, S.H. (Fraksi NasDem), Ir. Romiana Hidayati (Fraksi PDI Perjuangan), Muhammad Toha, S.Ag. (Fraksi PKS), serta Abdullah Taufik, S.E., M.M. (Fraksi Gerindra).

Dalam sambutannya, Chairul S. Matdiah menegaskan bahwa kegiatan reses merupakan wadah bagi masyarakat, manajemen rumah sakit, maupun para pegawai untuk menyampaikan berbagai aspirasi dan permasalahan yang dihadapi.

 

“Apa yang Bapak dan Ibu sampaikan hari ini akan kami bawa ke rapat paripurna DPRD Sumsel. Baik yang menjadi kewenangan Pemerintah Kota Palembang, Pemerintah Provinsi Sumsel maupun pemerintah pusat akan kami teruskan sesuai kewenangannya. Seluruh aspirasi masyarakat dan pegawai RSUD Bari akan kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Sementara itu, anggota DPRD Sumsel Aryuda Perdana Kusuma mengatakan pihaknya menerima berbagai masukan dari manajemen rumah sakit maupun masyarakat sekitar.

 

Menurutnya, salah satu usulan yang menjadi perhatian adalah permintaan penambahan mobil jenazah di RSUD Bari.

“Kami mengucapkan terima kasih atas sambutan yang luar biasa dari RSUD Bari. Salah satu aspirasi yang disampaikan adalah penambahan mobil jenazah. Kami akan berupaya mencarikan dukungan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR),” katanya.

Selain persoalan fasilitas rumah sakit, Aryuda juga menyoroti keluhan warga terkait banjir yang terjadi disekitar UIN Raden Fatah Palembang.

Ia mengungkapkan, warga menyatakan sebelumnya telah melakukan rapat bersama pihak UIN Raden Fatah terkait persoalan tersebut.

“Kami akan meminta hasil rapat dan poin-poin yang telah disepakati serta kembali melihat kondisi di kawasan UIN Raden Fatah. Semua aspirasi masyarakat tentu akan kami tindak lanjuti,” tambahnya.

Direktur Utama RSUD Palembang BARI, dr. Amalia, M.Kes., mengapresiasi pelaksanaan reses DPRD Sumsel yang dinilai memberikan ruang bagi rumah sakit dan masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan secara langsung kepada para wakil rakyat.

Ia berharap DPRD dapat mendukung penambahan armada mobil jenazah yang saat ini masih terbatas, sekaligus memberikan dukungan berupa program beasiswa pendidikan dokter spesialis.

“Kami juga berharap adanya dukungan DPRD untuk beasiswa pendidikan dokter spesialis agar jumlah dokter spesialis di RSUD Bari semakin bertambah dan pelayanan kepada masyarakat semakin optimal,” ujarnya.

Menurut Amalia, saat ini RSUD Bari masih membutuhkan tambahan dokter spesialis di sejumlah bidang. Bahkan, beberapa layanan subspesialis, seperti subspesialis jantung anak maupun beberapa subspesialis penyakit dalam, masih belum tersedia.

“Semakin banyak dokter yang dapat melanjutkan pendidikan spesialis, maka pelayanan kesehatan kepada masyarakat juga akan semakin lengkap dan berkualitas,” katanya.

Senada dengan itu, salah seorang pegawai RSUD Bari, Riska, menyampaikan bahwa rumah sakit saat ini hanya memiliki dua unit mobil jenazah, sehingga dinilai belum mampu mengakomodasi seluruh kebutuhan pelayanan.

“Kami berharap ada bantuan penambahan mobil jenazah agar pelayanan kepada masyarakat dapat lebih maksimal,” ungkapnya.
Sementara itu, warga sekitar RSUD Bari, Suhaimi, mengeluhkan persoalan banjir yang hingga kini belum mendapat penanganan.

Menurutnya, kawasan tersebut mulai sering tergenang setelah pembangunan UIN Raden Fatah.

“Masalah banjir ini sudah kami sampaikan kepada pihak kelurahan, tetapi sampai sekarang belum ada realisasi. Sebelum pembangunan UIN Raden Fatah, daerah kami tidak pernah banjir. Sekarang setiap hujan deras selalu tergenang,” katanya.

Selain banjir, Suhaimi juga meminta perhatian pemerintah terhadap pohon-pohon pelindung di sepanjang jalan yang kondisinya sudah miring dan dinilai membahayakan keselamatan warga maupun pengguna jalan.

Melalui reses tersebut, DPRD Sumsel menegaskan komitmennya untuk mengawal seluruh aspirasi yang disampaikan masyarakat, baik terkait peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD Bari maupun penyelesaian persoalan infrastruktur dan lingkungan di kawasan sekitar rumah sakit.

(ADV/Yanti)

Pos terkait