Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Suasana Aula Handayani Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan pada Senin, 4 Mei 2026, tampak berbeda dari biasanya. Nuansa keceriaan sangat mendominasi, dengan tawa, tepuk tangan, serta iringan musik senam menggema, menandai dimulainya rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas).
Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan secara resmi membuka lomba Senam Kreasi dan Stand Up Comedy yang diikuti oleh berbagai perwakilan internal dinas maupun satuan pendidikan.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang untuk mempererat hubungan antarsesama insan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan, Hj. Mondyaboni, dalam sambutannya menegaskan bahwa Hardiknas bukan hanya momentum refleksi terhadap dunia pendidikan, tetapi juga kesempatan untuk membangun kebersamaan.
“Tujuan kegiatan ini selain memeriahkan Hardiknas, juga untuk mempererat silaturahmi di lingkungan Dinas Pendidikan Sumsel. Kita ini sesama rekan sejawat, harus menjaga kekompakan,” ujarnya di hadapan para peserta dan tamu undangan.
Pernyataan tersebut tampak nyata dalam suasana kegiatan. Para peserta yang berasal dari berbagai bidang dan unit kerja tampil tanpa sekat formalitas. Mereka saling menyemangati, bahkan tak jarang saling melempar candaan sebelum tampil di atas panggung.
Lomba senam kreasi menjadi salah satu magnet utama dalam kegiatan ini. Dengan kostum berwarna-warni dan gerakan yang dinamis, setiap tim berusaha menampilkan kreativitas terbaiknya.
Musik yang dipilih pun beragam, mulai dari lagu daerah hingga aransemen modern yang memadukan unsur tradisional dan kontemporer.
Di sela-sela penampilan senam, lomba stand up comedy menghadirkan warna tersendiri. Para peserta menyampaikan materi komedi yang sebagian besar terinspirasi dari pengalaman sehari-hari di dunia pendidikan. Mulai dari kisah guru menghadapi siswa, dinamika administrasi sekolah, hingga cerita ringan tentang kehidupan pegawai, semuanya dikemas dengan gaya humor yang segar.
Gelak tawa pun pecah berkali-kali, mencairkan suasana dan menghapus batas antara atasan dan bawahan. Dalam momen tersebut, pendidikan tidak lagi tampil sebagai sesuatu yang kaku, melainkan penuh kehangatan dan kedekatan.
Ketua panitia kegiatan, Misral, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai bentuk kolaborasi antara berbagai elemen di lingkungan pendidikan.
“Kegiatan ini melibatkan peserta dari sekolah maupun dari internal dinas. Sifatnya kolaboratif. Harapannya, kawan-kawan bisa lebih memahami seni dan mengekspresikan diri,” katanya.
Ia juga mengakui bahwa persiapan kegiatan dilakukan dalam waktu yang relatif singkat. Namun, hal itu tidak mengurangi semangat para peserta.
“Kita persiapannya cepat, tetapi yang penting adalah silaturahmi. Total peserta ada 10 tim. Ke depan, kami berharap lebih banyak lagi perwakilan dari sekolah yang bisa ikut berpartisipasi,” ujar Misral.
Harapan tersebut mencerminkan keinginan untuk menjadikan kegiatan serupa sebagai agenda rutin yang lebih besar. Tidak hanya melibatkan internal dinas, tetapi juga seluruh ekosistem pendidikan di Sumatera Selatan.
Di akhir acara, panitia mengumumkan para pemenang dari masing-masing kategori lomba. Untuk lomba stand up comedy, juara pertama diraih oleh perwakilan dari Sekretariat. Penampilan mereka dinilai paling mampu menghidupkan suasana dengan materi yang relevan dan penyampaian yang kuat.
Juara kedua diraih oleh perwakilan dari bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK), sementara juara ketiga diraih oleh bidang PKLK. Adapun penghargaan favorit diberikan kepada UPTD BTIKP yang tampil dengan gaya unik dan menghibur.
Sementara itu, pada lomba senam kreasi, bidang PKLK berhasil meraih juara pertama berkat kekompakan tim dan kreativitas gerakan yang ditampilkan. Juara kedua diraih oleh bidang PTK, sedangkan juara ketiga jatuh kepada perwakilan MKKS SMK.
Selain kategori utama, panitia juga memberikan penghargaan khusus untuk menambah semarak kompetisi. Predikat “The Best Costume” diberikan kepada Sekretariat yang tampil dengan kostum paling menarik dan kreatif.
Sementara itu, kategori “Terheboh” diraih oleh UPTD BTIKP yang berhasil mencuri perhatian dengan penampilan paling meriah.
Meski ada pemenang, semangat kebersamaan tetap menjadi inti dari kegiatan ini. Para peserta tampak saling memberikan selamat, tanpa menunjukkan rasa persaingan berlebihan. Justru, kebahagiaan kolektif yang terlihat dari wajah mereka menjadi penanda bahwa tujuan utama acara ini telah tercapai.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Handayani itu pun ditutup dengan suasana hangat. Para peserta dan panitia berfoto bersama, mengabadikan momen yang mungkin sederhana, tetapi sarat makna. Sebuah pengingat bahwa di balik tugas besar mencerdaskan kehidupan bangsa, ada kebersamaan yang terus dijaga.
(Yanti)

















