Usia 44 Tahun Polsri, Cetak Lulusan Berdaya Saing Global hingga Bekerja di China dan Taiwan

PALEMBANG,LamanQu.Com-Memasuki usia ke-44 tahun, Politeknik Negeri Sriwijaya (Polsri) terus memperkuat arah strategis jangka panjang untuk menjadi perguruan tinggi vokasi unggul dalam pengembangan teknologi terapan. Kampus vokasi ini juga berkomitmen mengambil peran aktif dalam mendukung kemajuan dunia industri, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Polsri, Ir. Irawan Rusnadi, M.T., di sela kegiatan Orasi Ilmiah Dies Natalis ke-44 Polsri yang digelar di Graha Polsri, Palembang.

Irawan mengatakan, penguatan kualitas pendidikan menjadi bagian penting dalam perjalanan Polsri menuju perguruan tinggi vokasi yang semakin unggul dan relevan dengan kebutuhan zaman.

“Komitmen ini diwujudkan melalui peningkatan mutu pembelajaran, penguatan penelitian terapan, pengabdian kepada masyarakat, serta perluasan kerja sama strategis di berbagai bidang,” kata Irawan.

Saat ini, Polsri memiliki 11.995 mahasiswa aktif. Jumlah tersebut terdiri atas 5.471 mahasiswa program Diploma III (D3), 6.494 mahasiswa program Sarjana Terapan (D4), dan 30 mahasiswa program Magister (S2).
Para mahasiswa tersebut tersebar di 10 jurusan dan 38 program studi yang dimiliki Polsri.

Tidak hanya mengembangkan pendidikan di kampus utama Palembang, Polsri juga menyelenggarakan pendidikan di luar kampus utama melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) yang berlokasi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau.

Menurut Irawan, keberadaan PSDKU menjadi salah satu bentuk nyata komitmen Polsri dalam memperluas akses pendidikan tinggi terapan bagi masyarakat di daerah sekaligus mendukung pemerataan pendidikan.

“Polsri juga menyelenggarakan pendidikan di luar kampus utama yang berlokasi di Kabupaten Siak, Provinsi Riau. Ini merupakan bentuk nyata komitmen kami untuk memperluas akses pendidikan tinggi terapan bagi masyarakat daerah dan mendukung pemerataan pendidikan,” ujarnya.

Dalam proses pembelajaran, Polsri secara konsisten menerapkan pendekatan berbasis produk dan jasa yang disesuaikan dengan standar industri. Salah satunya melalui penerapan konsep teaching factory di Kampus Keramasan.

Konsep tersebut dirancang untuk menghadirkan suasana pembelajaran yang menyerupai lingkungan dunia kerja. Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis, tetapi juga dibekali kemampuan beradaptasi dan karakter profesional yang dibutuhkan industri.

“Model teaching factory di Kampus Keramasan menjadi contoh nyata bagaimana proses belajar dilaksanakan dalam lingkungan yang menyerupai dunia kerja. Ini membekali mahasiswa dengan keterampilan teknis sekaligus karakter profesional yang siap bersaing di era industri modern,” jelasnya.
Lulusan Tembus Dunia Kerja Internasional
Kepercayaan dunia internasional terhadap kualitas lulusan Polsri juga terus menunjukkan perkembangan positif.

Sepanjang 2026, Polsri meluluskan mahasiswa melalui sejumlah program joint degree dengan perguruan tinggi mitra di luar negeri.

Sebanyak empat mahasiswa mengikuti program bersama Shandong University of Science and Technology (SDUST), Tiongkok. Salah seorang di antaranya bahkan memperoleh beasiswa penuh untuk melanjutkan pendidikan jenjang S2 di Tiongkok.

Kemudian, empat mahasiswa mengikuti program bersama Saint John’s University (SJU), Taiwan. Seluruh mahasiswa tersebut disebut langsung diterima bekerja di Taiwan.

Sementara itu, melalui kerja sama dengan Liuzhou Polytechnic University (LZPU), Tiongkok, sebanyak 11 mahasiswa telah menyelesaikan program pendidikan dan delapan di antaranya diterima bekerja di sejumlah perusahaan di China.

Polsri juga meluluskan 14 mahasiswa melalui program 3 parties Polsri-LZPU-Liugong. Dari jumlah tersebut, enam orang langsung diterima bekerja di Liugong.

“Keberlanjutan program ini terus ditingkatkan melalui berbagai skema, seperti 3+1, 1+1+1, dan 2+2 di CSU dan SJU Taiwan, serta LZPU dan SDUST di Tiongkok, khususnya bagi mahasiswa Teknik Elektro, Teknik Mesin, dan Teknik Sipil,” ungkap Irawan.

Selain program pendidikan bersama, Polsri juga terus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk mendapatkan pengalaman kerja internasional melalui program magang luar negeri.
Pada 2026, sebanyak 57 mahasiswa Polsri mengikuti program magang di Tiongkok dan Taiwan dengan durasi hingga 12 bulan.

Program tersebut dinilai menjadi salah satu upaya mempersiapkan lulusan yang tidak hanya kompeten secara akademik dan teknis, tetapi juga adaptif serta memiliki daya saing global.
“Kerja sama internasional ini turut diperkuat melalui program magang luar negeri. Pada 2026, sebanyak 57 mahasiswa Polsri mengikuti program magang di Tiongkok dan Taiwan dengan durasi hingga 12 bulan,” katanya.

Kepercayaan terhadap Polsri juga terlihat dari keberadaan mahasiswa asing. Pada 2026, dua mahasiswa asing asal Tajikistan berhasil menyelesaikan pendidikan di Polsri. Keberlanjutan internasionalisasi kampus terus dilakukan dengan menerima mahasiswa asing baru pada tahun yang sama.

Perkuat Riset dan SDM
Di bidang pengembangan kemampuan bahasa dan kompetensi pendukung, UPA Bahasa Polsri sepanjang tahun akademik 2025/2026 turut mendukung kesiapan mahasiswa menuju dunia global.
Sebanyak 124 peserta mendapatkan layanan, yang terdiri atas peserta TOEIC untuk persiapan ke Taiwan, IC3 Digital Literacy, BidiksiBA, serta English Proficiency Test.

Sementara itu, dari sisi penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, dosen Polsri pada 2026 berhasil memperoleh 32 judul hibah kompetitif eksternal.
Jumlah tersebut terdiri atas 20 judul penelitian dan 12 judul pengabdian kepada masyarakat.

“Pada 2026 ini, dosen Polsri berhasil memperoleh 32 judul hibah kompetitif eksternal, terdiri dari 20 judul penelitian dan 12 judul pengabdian kepada masyarakat,” tandas Irawan.

Perjalanan panjang Polsri selama 44 tahun juga tidak terlepas dari dukungan sumber daya manusia yang dimiliki.
Hingga 2026, Polsri memiliki 610 dosen dan 174 tenaga kependidikan.

Berdasarkan jabatan fungsional, komposisi dosen terdiri atas enam Guru Besar, 94 Lektor Kepala, 173 Lektor, 289 Asisten Ahli, serta 48 dosen yang tengah dalam proses pengusulan jabatan fungsional.

“Kekuatan sumber daya manusia ini menjadi fondasi utama dalam membangun budaya akademik yang unggul, inovatif, dan adaptif terhadap perubahan,” jelasnya.

Dalam memperkuat jejaring kemitraan, sepanjang periode 2024 hingga Agustus 2026, Polsri telah membangun 324 kemitraan strategis di dalam negeri.

 

Kemitraan tersebut meliputi 144 kerja sama dengan dunia usaha, dunia industri dan UMKM, 61 kemitraan dengan perguruan tinggi, 50 kemitraan dengan instansi pendidikan, 49 kemitraan dengan pemerintah dan BUMN, enam kemitraan dengan asosiasi dan komunitas, serta 14 kemitraan dengan mitra strategis lainnya.

Di tingkat internasional, Polsri juga terus memperluas kerja sama pelaksanaan tridharma perguruan tinggi bersama mitra global yang berada di Tiongkok, Taiwan, Malaysia, dan Thailand.
“Luasnya jejaring ini menjadi wujud komitmen Polsri dalam memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi,” ujarnya.
Sementara itu, dalam rangkaian Dies Natalis ke-44 Polsri, Prof. Dr. Ir. Arief Sabdo Yuwono, MSc., yang merupakan praktisi di bidang teknik sipil dan lingkungan, menyampaikan orasi ilmiah dengan mengangkat tema “Riset Terapan Pengolahan Sampah Padat Menuju Green Campus.”

Dalam orasinya, Arief mendorong civitas akademika agar melihat sampah bukan semata-mata sebagai limbah, tetapi juga sebagai sumber daya yang masih dapat dimanfaatkan melalui pengelolaan dan teknologi yang tepat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah pengolahan sampah menjadi pupuk kompos yang memenuhi standar SNI.

Selain itu, ia juga memaparkan potensi pemanfaatan limbah popok sekali pakai yang mengandung Super Absorbent Polymer (SAP) sebagai salah satu media tumbuh tanaman hias.
Menurutnya, pengembangan riset terapan semacam ini penting untuk mendorong terciptanya lingkungan kampus yang lebih ramah lingkungan sekaligus menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan secara nyata di masyarakat.

Dengan penguatan pendidikan vokasi, riset terapan, kerja sama industri, serta jejaring internasional, Polsri menegaskan komitmennya untuk terus berkembang sebagai perguruan tinggi yang mampu menjawab kebutuhan dunia kerja sekaligus berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan.

(Yanti)

Pos terkait