Palembang. Berita Suara Rakyat. Com
Anggota DPRD Kota Palembang dari Daerah Pemilihan (Dapil) II melakukan kegiatan reses masa persidangan II Tahun 2026 dengan meninjau langsung operasional salah satu pusat perbelanjaan bahan bangunan, Mitra 10, yang berlokasi di Jalan Tanjung Api Api Kecamatan Sukarami, Jumat (24/4/2026).
Kegiatan reses tersebut dipimpin Ketua Dapil II, H. Sutami Ismail, S.Ag (PKB), bersama sejumlah anggota lainnya, di antaranya Budi Mulya (Gerindra), M. Normansyah (Gerindra), M. Nofrando Triansyah (NasDem), Muhammad Asywat (Golkar), Rubi Indiarta (Golkar), Hafiz Ramadhonie (PDI-P), Jumono (PKS), Wahyu Azis Saputra (PAN), serta Andri Adam (NasDem).
Selain menyerap aspirasi masyarakat, rombongan dewan juga melakukan inspeksi terhadap dampak operasional toko terhadap lingkungan sekitar. Dari hasil peninjauan, DPRD menemukan sejumlah persoalan yang dinilai perlu segera ditindaklanjuti oleh pihak manajemen.
Ketua Dapil II, Sutami Ismail, mengungkapkan bahwa salah satu temuan utama adalah belum adanya kontribusi tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) dari pihak Mitra 10 selama hampir delapan tahun beroperasi.
“Kami melihat hampir delapan tahun tidak ada kontribusi CSR yang dirasakan masyarakat sekitar. Padahal, keberadaan usaha ini seharusnya juga memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar,” ujar Sutami.
Selain itu, DPRD juga menyoroti dugaan dampak lingkungan berupa banjir yang dialami warga sekitar. Hal ini diduga berkaitan dengan tertutupnya aliran anak sungai yang berada di belakang area toko.
“Aliran anak sungai di belakang toko diduga ditutup, sehingga air tidak mengalir dengan lancar. Akibatnya, warga di sekitar menjadi terdampak banjir,” katanya.
Sebagai tindak lanjut, DPRD meminta pihak manajemen untuk segera membuka akses aliran air dengan membuat saluran atau lubang kontrol agar instansi terkait, seperti dinas pekerjaan umum, dapat melakukan pemantauan dan pembersihan gorong-gorong secara berkala.
“Kami minta dibuatkan akses agar bisa dipantau. Kalau ada sumbatan, bisa segera dibersihkan. Ini penting untuk mencegah banjir di lingkungan warga,” tambahnya.
Menurut Sutami, pihak manajemen Mitra 10 menyatakan akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan pimpinan perusahaan terkait langkah yang akan diambil.
“Kami masih menunggu itikad baik dari pihak manajemen. Jika tidak ada tindak lanjut, maka persoalan ini akan kami bawa ke rapat paripurna DPRD Kota Palembang,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran aktif perusahaan dalam mendukung masyarakat sekitar, baik melalui program CSR maupun pengelolaan lingkungan yang bertanggung jawab.
Sementara itu, pihak manajemen Mitra 10 belum memberikan tanggapan resmi terkait hasil sidak tersebut.
Saat dikonfirmasi, perwakilan manajemen menyatakan masih harus berkoordinasi dengan pihak atasan sebelum menyampaikan pernyataan kepada media.
“Saya harus meminta izin terlebih dahulu kepada pimpinan untuk memberikan pernyataan,” ujarnya singkat.
DPRD Kota Palembang menegaskan akan terus mengawal persoalan ini hingga ada solusi konkret yang tidak merugikan masyarakat sekitar.
(Yanti)
















