PALEMBANG. Berita Suara Rakyat. Com
SMA Negeri 16 Palembang menegaskan komitmennya menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Mengusung tema “MPLS Ramah” sesuai arahan Kementerian Pendidikan, sekolah menutup rangkaian kegiatan dengan penandatanganan deklarasi anti-bullying oleh seluruh peserta didik baru.
Kepala SMA Negeri 16 Palembang, H. Herman Sudianto, S.Pd., M.M., mengatakan sekolah ingin memastikan setiap siswa merasa diterima dan terlindungi sejak hari pertama masuk sekolah.
“Tema MPLS tahun ini adalah Ramah. Kami ingin anak-anak merasa nyaman, aman, dan senang berada di sekolah. Kegiatan yang kami laksanakan juga dirancang tanpa memberatkan orang tua maupun siswa, dengan memanfaatkan fasilitas yang ada di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Tahun ini, SMA Negeri 16 Palembang menerima 400 peserta didik baru yang terbagi dalam 10 rombongan belajar (rombel). Selama lima hari pelaksanaan MPLS, siswa diperkenalkan dengan lingkungan sekolah, budaya belajar, tata tertib, organisasi siswa, hingga berbagai kegiatan ekstrakurikuler.
Selain pengenalan lingkungan sekolah, pihak sekolah juga memberikan penekanan pada pendidikan karakter melalui implementasi Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat yang dipadukan dengan nilai-nilai kepramukaan. Untuk memperkuat materi tersebut, sekolah menghadirkan narasumber dari Gerakan Pramuka tingkat daerah.
Menurut Herman, pendidikan karakter harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat. Karena itu, seluruh materi MPLS diarahkan untuk membangun sikap saling menghargai, disiplin, bertanggung jawab, dan peduli terhadap sesama.
Sebagai bentuk komitmen nyata, pada hari terakhir MPLS seluruh siswa baru menandatangani deklarasi bersama yang berisi penolakan terhadap segala bentuk kekerasan verbal maupun nonverbal, perundungan (bullying), serta perilaku negatif lainnya, termasuk seks bebas.
“Kami ingin sejak awal anak-anak memahami bahwa SMA Negeri 16 Palembang adalah sekolah ramah. Tidak ada tempat bagi bullying ataupun kekerasan dalam bentuk apa pun. Semua warga sekolah harus saling menghormati dan menjaga lingkungan belajar yang sehat,” tegas Herman.
Dalam pelaksanaan MPLS, sekolah lebih mengutamakan pemateri dari internal yang telah mengikuti berbagai pelatihan, seperti guru Bimbingan Konseling (BK), bidang kesiswaan, serta melibatkan para alumni yang telah sukses di berbagai bidang. Alumni dari unsur TNI, Polri, Paskibraka, hingga pegiat anti narkoba turut hadir memberikan materi dan motivasi kepada peserta didik baru.
Herman berharap budaya sekolah ramah yang terus dibangun dapat menjadi pondasi bagi lahirnya generasi yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat, kepedulian sosial, dan mampu menghargai sesama.
“Harapan kami, SMA Negeri 16 Palembang menjadi rumah kedua yang nyaman bagi seluruh siswa. Ketika lingkungan sekolah aman dan bebas dari kekerasan, anak-anak akan lebih mudah berkembang, mengukir prestasi, dan mewujudkan cita-cita mereka,” pungkasnya. (DNL)
















